Tag Archives: nara sumber

Menulis Berita Radio dan Televisi

broadcast journalist

Kealamiahan berpikir seringkali hilang ketika seseorang dibatasi kolom dan durasi. Sebagai penulis berita siaran, hendaknya jurnalis berpikir bagaimana suatu kata atau gabungan kata akan terdengar. Seorang penulis/jurnalis radio atau televisi, harus paham bahwa ia menulis untuk telinga.

Memberitakan suatu pidato, sebaiknya reporter menulis lebih singkat dari reporter cetak. Naskah berita siaran haruslah; mudah dibaca oleh pembaca berita; dan mudah dimengerti oleh pendengar.

Maka sebaiknya ia membuat berita sesingkat ini:

Rektor Hamud Hamundu hari ini mengatakan bahwa mahasiswa dari luar propinsi sangat penting bagi Universitas Haluoleo

atau,

Rektor Mahmud Hamundu mengatakan mahasiswa dari luar propinsi sangat penting bagi Universitas Haluoleo

Dasar

Dasar yang seringkali dianut pada umumnya media adalah: ketelitian dan jelas. Kata-kata yang digunakan harus tepat, tata bahasanya benar, konstruksi kalimat mudah diikuti, dan organisasi ceritanya logis. Lead-nya menarik perhatian ke unsur utama berita itu. Kecerobohan mengabaikan hal-hal mendasar dalam proses ini akan merugikan pendengar.

Pendengar tak mungkin menelepon kantor redaksi radio atau televisi dan meminta mengulangi pembacaan berita.

Press Release

Maksimal durasi press release lima menit, dengan panjang naskah 50 baris ketikan (rata-rata pembaca berita membaca 15-16 baris per menit). Di dalam 50 baris ketikan itu, dapat dimasukkan enam sampai delapan berita.

Resiko: pembaca berita harus selektif mengingat pendeknya waktu yang ada.

Breaking News

Tak semua press release dapat dikategorikan dalam program ini. Artinya, Press Release adalah breaking news, namun breaking news tak selalu press release. Persamaannya, kedua jenis ini sama pentingnya. Berbeda dengan press release, yang tidak diprogram penanyangannya, sebuah program breaking news dapat dijadikan program tetap setiap jam selama waktu siar dalam sehari.

Perbedaan lainnya, press release kadang disajikan jika sewaktu-waktu ada berita yang sangat penting dan harus disiarkan, maka tayangan ini muncul secara tak terduga. Pengelola program acara kadang tak adapat menolak tayangan ini. Oleh itu, tayangan ini dapat masuk/diselipkan di tengah-tengah acara yang sedang berlangsung.

Namun breaking news tidak seperti ini. Ia telah diprogram terlebih dahulu, tetapi berita yang disiarkan dalam program ini adalah berita-berita terbaru, tanpa frame atau dengan frame pendukung materi berita.

Bahkan dalam program breaking news, pengelola siaran dapat menggaet iklan, sebab program ini adalah salah satu mata acara unggulan atau masuk pada jam-jam siar utama.

Berita breaking news terdiri dari 50 baris ketikan, dan di dalamnya memuat delapan sampai 10 berita. Ini konvensi saja, sebab durasi ini sangat tergantung banyak-tidaknya berita yang akan ditayangkan. Tapi untuk mengejar waktu tayangnya yang hanya lima menit, seorang redaktur pemberitaan MEDIA televisi/radio harus selektif memilah mana berita yang layak siar.

Bagaimana Sebaiknya Membuat Berita

  1. Informasi penjelas sebaiknya tidak diletakkan di awal kalimat. Jangan mendahului pokok utama berita. Memisahkan kedua unsur ini dapat dilakukan dengan menambah beberapa kata penghubung, seperti “kalau”, “tetapi”.
  2. Intro harus menarik perhatian. Sebuah intro tak boleh disesaki terlalu banyak fakta. Sebagai kata pembuka, intro tak boleh membingungkan pembaca.
  3. Kalimat pertama menentukan perhatian pendengar. Setelah intro tentu akan dimulai dengan berita. Kata-kata pertama dalam berita harus menarik dan singkat. Kalimat yang panjang dan bertele-tele akan membingungkan pendengar. Pembaca berita pun akan terengah-engah sebelum kalimatnya tuntas. Pendengar seolah-olah diberi setumpuk informasi tanpa diberi kesempatan mencerna atau memahami seperti apa informasi tersebut. Akibatnya, berita itu tak dapat diingat, dan jadi tak menarik.
  4. Jangan menggunakan kutipan dan pertanyaan langsung saat memulai berita. Jangan membuat pendengar bingung, menentukan apakah suara yang didengarnya adalah suara penyiar atau orang lain. Intro seperti ini lebih tepat digunakan dalam iklan.
  5. Selesaikan satu demi satu. Jangan beranjak ke berita lain sebelum berita yang sedang dibacakan jelas.
  6. Jangan berpanjang lebara dan bertele-tele. Standar berita radio dan televisi tak lebih dari 20 kata (tanpa insert) dan 30 kata (ber-insert).

Mengidentifikasi Narasumber.

Jangan memulai berita dengan nama asing. Selain terlalu sulit untuk diingat, juga untuk telinga yang tak peka akan sulit menangkap. Sebaiknya, berikan ke pendengar Anda, intro yang menjelaskan orang itu.

[“Wa Rulia, mengeluhkan kurangnya pembeli di pasar Lawata”]

Contoh di atas sangat buruk. Sebaiknya gunakan seperti kalimat ini :

[“Seorang pedagang sayur, Wa Rulia, mengeluhkan kurangnya pembeli di pasar Lawata”].

Penyebutan umur orang jangan mempersulit pembaca berita dan membingungkan pendengar. Beri kesempatan pembaca berita bernafas dan mengatur intonasi kalimatnya. Contoh:

[“Wa Rulia (yang) berumur 35 tahun…”]

Kutipan

Tidak mengobral kutipan langsung dari narasumber. Pendengar lebih senang jika kutipan dibacakan dengan bahasa penyiar sendiri.

Sebaliknya, jika kutipan itu sangat bersemangat, kontroversial, atau sangat bermakna, maka jangan ragu-ragu menampilkannya (berupa insert). Pendengar butuh hentakan-hentakan yang memberi ragam berita yang dibuat. Hentakan-hentakan seperti itu dapat diperoleh pendengar dari intonasi suara pembaca berita atau dari pendapat yang sama sekali baru.

broadcast reporters (sumber foto: gol.tv)

Iklan

Nara Sumber

Charles Gibson interview Sarah Palin

Seni khusus meminta orang mengatakan kebenaran

MINTALAH BANTUAN.

Bila anda meminta orang mengatakan anda segala sesuatu yang diketahuinya, yakni ‘harta milik’ berharga yang tidak segera diberikan. Tetapi orang suka dimintakan bantuannya. Mintalah mereka memahami apa yang tengah terjadi. Itulah yang anda inginkan, bukankah begitu? Anda agak bingung dan tersesat, dan anda perlu bantuan untuk menyimpulkannya. Dalam membantu nada, bisa jadi mereka hanya mengatakan kepada anda tentang apa yang diketahuinya.

SIAPKAN DIRI ANDA.

Pahami apa yang anda katakana. Pelajari tokohnya-dan istilah topiknya. Pahami apa pertanyaan anda. Pahami apa jawaban yang akan muncul. Jangan tunjukan pengetahuan anda. Tetapi, manfaatkan pengetahuan itu untuk mendapatkan diskusi-dan jawaban.

DENGARKAN.

Diam dan dengarkan. Reporter yang baik adalah pendengar yang baik. Anda tidak boleh berusaha mengatakan kepada seseorang tentang segala sesuatu yang anda ketahui. Anda ingin memperoleh apa yang mereka ketahui. Terkadang pertanyaan yang baik adalah “uh-uh”, “mengapa?”, “bagaimana?”, “apa yang nada maksud?’, “saya tidak mengerti”, dan pertanyaan singkat yang menjaga orang terus berbicara sambil terus mendengarkan.

JADILAH ORANG YANG JUJUR.

Anda ingin narasumber anda berkata jujur kepada anda, bukankah begitu? Jujurlah kepada mereka, apabila anda ingin membangun kepercayaan bersama. Hal ini tidaklah berarti menyajikan makanan di atas piring sebelum pertanyaan pertama terlontar. Tetapi, upayakan bersifat terbuka, bukannya menjadi malu. Bila anda mengerjakan cerita, katakana apa adanya. Ajak orang untuk turut serta didalam keyakinan. Mereka melakukan hal yang sama pada anda.

KATAKAN KEPADA SEMUA ORANG.

Tidak ada ramuan magis untuk menemukan narasumber. Simpulkan semua orang yang bisa jadi mengetahui sesuatu mengenai apa yang anda cari. Katakana kepada mereka semua.teruslah bertanya.Tidak ada ramuan magis untuk menemukan narasumber. Simpulkan semua orang yang bisa jadi mengetahui sesuatu mengenai apa yang anda cari. Katakana kepada mereka semua.teruslah bertanya.bergeraklah kebelakang dan kedepan. Bisa jadi anda menemukan sepotong cerita di sini, dan sepotong cerita di sana. Perolehan cerita berhubungan erat dengan penyusunan puzzle (sejenis permainan yang terdiri dari beberapa potongan gambar atau bentuk)- tanpa mengetahui beberapa banyak potongan yang berada di tempat itu atau seperti apa penampilan gambar finalnya.

PANDANGLAH ORANG (FACE TO FACE).

Anda tidak bisa memandang orang lewat telepon. Bila anda berada di kantor atau ruang tamu seseorang, mereka tidak mau menunda atau membuat janji dengan anda atau meminta anda menghubungi kembali lain waktu-ketika mereka sedang tidak ingin. Yang pasti, beberapa orang mengetahui bagaiman cara mengusir anda dengan halus. Jadi bertahanlah, dan upayakan terus bertanya. Masuki kantor dua menis setelah jam kantor usai, katika sekretaris sudah pergi semua, kecuali sang pimpinan yang masih berada di tempat itu dengan segala jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan-dan tidak ada janji atau deringan telepon lagi yang mengganggunya selama jam itu. Ketuk pintu rumahnya pada malam hari dan akhir pekan. Tunjukkan bahwa anda mengejutkannya. Sering kali orang melihat anda menemukan apa yang anda inginkan.

BERGERAKLAH KE BELAKANG, KE BELAKANG DAN KE BELAKANG LAGI.

Teruslah mengetuk pintu. Bisa jadi anda merasa bodoh, tetapi tetaplah sabar dan tegar. Teruslah meminta bantuan. Cukup sulit untuk mengajukan pertanyaan apabila anda merasa bodoh, tetapi, ingatlah satu aturannya : satu-satunya jalan bahwa anda pasti tidak pernah memperoleh jawaban ialah bahwa anda begitu malu mengajukan pertanyaan. Keyakinan reporter adalah : “tidak ada satupun pertanyaan yang memalukan-kecuali jawaban yang memalukan”.

BERSIKAPLAH NYAMAN. LAKUKAN PERCAKAPAN KECIL.

Jadilah orang yang sopan. Lagipula, anda tidak mengetahui segala sesuatunya, dan anda perlu dibantu, atau lebih baik anda tidak berada di sana. Dan anda harus simpatik, apa bila diinginkan. Cobalah menjadi sahabat-tetapi ingatlah selalu bahwa anda reporter.

MENGINGAT PERTANYAAN YANG JELAS.

Pekerjaan ini tidak sesederhana laksana ucapannya. Anda bisa terlibat dalam percakapan kecil, penyampaian cerita, ruh berita, pendengaran, humor yang baik dan kharisma narasumber. Tetapi, ingatlah apa yang membuat anda sampai ke sana. Identifikasi pertanyaan sebelum anda masuk, dan teruslah bekerja dengannya, dan teruslah bertanya. Bila anda mengacuhkan atau menghindari pertanyaan kunci anda, susun kembali pertanyaan itu, ajukan dengan cara yang berbeda selama waktu yang anda tetapkan hingga anda memiliki jawaban yang bisa dipahami dan dipercaya.

PERTENTANGKAN NARASUMBER ANDA.

Pertentangkan narasumber itu. Jangan terima penjelasan sederhana.akan anda tidak mengerti, katakana berita ini tidak sama dengan apa yang anda ketahui dari orang lain. Tanyakan kepada mereka, “Bagaimana anda bisa menjadi pasti?” Biarkan mereka membuktikan kepada anda lebih banyak detil, nama lain, atau dokumen apapun.

JANGAN PERNAH MEMPERCAYAI SUMBER ANDA.

Setidaknya ingatan anda tidaklah sempurna. Periksa kembali. Jangan hanya mencari kesamaan, tetapi juga perbedaan, sebagai bukti terhadap hal yang berlawanan. Bahkan narasumber terbaik anda sekalipun tidak memiliki ingatan sempurna.

JANGAN BERSOSIALISASI DENGAN REPORTER SEPANJANG WAKTU.

Bersosialisasilah dengan orang-orang yang ceritanya sudah tidak tercetak. Ingat-ingat seluruh rekan yang pernah anda temui. Terkadang orang yang pernah anda temui di kampus sudah menjadi pejabat teras di Departemen Kehakiman. Jangan pernah meremehkan siapapun sebagai narasumber potensial.

BILA ANDA INGIN MELINDUNGI NARASUMBER ANDA.

Jangan katakan kepada siapapun, utamanya kepada semua reporter (tentunya dengan pengecualian diri anda sendiri) yang merupakan tukang gossip terburuk di dunia. Bila anda ingin narasumber yang sensitive berbicara kepada anda, dia memutuskan apakah mempercayai atau tidak. Dan kata-kata anda harus laksana emas. Reputasi yang buruk dengan segera menghambat, bahkan reporter yang ulung sekalipun.

ANDA MEMBUAT ATURAN.

Dan anda mengklarifikasi istilah-istilah tentang apa yang anda bicarakan. Bila istilah-istilah ini merupakan latar belakang, atau bukan untuk tujuan atribusi, pastikan bahwa anda dan narasumber anda memiliki definisi yang sama tentangnya, dan kenali bahwa informasi itu digunakan. Terserah anda untuk menghindari segala kesalah-pahaman. Jelaskan istilah-istilah itu, apa bila perlu, pada permulaannya sehingga anda berdua memahaminya. Jangan lakukan informasi off-the record- yaitu informasi yang tidak berguna dalam bentuk apapun, dan biarkan narasumber anda mengetahuinya. Kebanyakan mereka ingin menceritakan anda tentang sesuatu, dan mereka berbuat demikian, paling tidak, dengan dasar latar belakang yang memperkenankan anda mendekati konfirmasi di lain tempat. Jangan biarkan narasumber anda merubah aturan pada akhir kunjungan anda. Pekerjaan anda adalah menjual cerita kepada masyarakat umum, bukan kepada anak-cucu di suatu hari.

BERIKAN MUSUH TERBERAT ANDA KEJUTAN YANG WAJAR.

Berikan selalu kepada seseorang pertahanan terbaiknya dalam bentuk cerita tercetak. Bahkan bila anda tidak mempercayainya, biarkan pembaca memiliki peluangnya sendiri untuk mempercayai. Bahkan bisa jadi dia menyampaikan kepada anda cerita lengkap di kemudian hari.

JADILAH ORANG YANG TAK RAMAH. INI MERUPAKAN ATURAN TAK TERTULIS.

Ketika segala sesuatu dilakukan–tetapi belum dikatakan–biarkan fakta-fakta masuk ke dalam tempatnya. Kini anda tidak memiliki teman. Anda adalah reporter–katakanlah kebenaran. Tetapi jangan memberikan pertimbangan orang apabila tidak perlu. Anda adalah reporter, bukan dewa. Biarkan data orang berbicara dengan sendirinya.

UCAPKAN SELALU TERIMA KASIH.

Ucapkan terima kasih pada akhir kunjungan. Kembalilah apabila cerita usai dan ucapkan lagi terima kasih. Ucapkan terima kasih kepada narasumber anda bahkan ketika tidak ada satupun informasi yang diperoleh. Terima kasih yang tulus sama jarangnya dan mendukungnya dengan pendengar baik.

TERUSLAH MENCOBA.

Teruslah bekerja. Ini merupakan pemastian detil yang menguak apa-apa yang sebelumnya tidak diperkirakan. Filsafat profesi reporter mengatakan, “saya menemui banyak reporter yang beruntung, tetapi saya tidak pernah mengetahui reporter malas yang beruntung”.

 


%d blogger menyukai ini: