Ilham Q. Moehiddin

IMG 03bbb2Ilham Q. Moehiddin adalah penulis prolifik. Ia menulis cerpen, novel, puisi, esai, kritik sastra dan catatan perjalanan. Ia juga seorang satiris yang menggemari Ambrose Bierce Gwinnett dan Ryotaro Shiba. Ia merekonstruksi kondisi masyarakat-negara lewat tulisan-tulisannya, khususnya fiksi dan esai. Ia juga aktif menulis di jurnal-blog dan di beberapa media dengan nama berbeda.

Pernah bekerja sebagai jurnalis di beberapa media berita nasional (GAMMA & TRUST) dan satu majalah berita asing (Inside Indonesia Magazine, Australia), juga pernah menjadi asisten produser di TV7. Ikut mendirikan beberapa media cetak dan penyiaran lokal di Kendari; Tabloid ProDemokrasi, Harian Kendari Ekspress, Tabloid Investigasi Lingkungan Swara Alam, dan Kendari Televisi.

Dalam aktifitasnya, ia kerap mengkritik beberapa kebijakan sosial, ekonomi dan politik yang dinilainya bias, tidak berada pada jalurnya. Ia memiliki kredo: “Kritis, sastra, dan menulis, adalah tiga hal berbeda. Hal pertama, membuat saya tetap rasional. Hal kedua menjaga saya tetap menyintai keindahan, dan hal ketiga menjadikan saya senantiasa merasa hidup”.

Pada wilayah kesusasteraan, beberapa karyanya antara lain:

Kitab & Tafsir Perawan Nemesis (2000). Short Stories and Poetry Collection. Indie Publishing.

Ekspedisi Bukit Mayang (2001). Crime-suspense Novel. Indie Publishing.

Unabomber: Gadis Kecil di Elliot House (2002). Crime-suspense Novel. Indie Publishing.

Kabin 21 (2003). Crime-suspense Novel. Indie Publishing.

#1 Garis Merah di Rijswijk (2011). Trilogy Novel. Republika Publishing.

Through Darkness to Light: A Bilingual Anthology of Indonesian Writing (2013). The Internasional Writers Festival – Ubud Writers & Readers Festival.

Kumpulan Cerita Pendek Indonesia-Malaysia (2013). The Malaysian Ministry of Education with Obor Foundation.

Teluk Bahasa: Kumpulan Puisi Penyair Sulawesi Tenggara (2014). Editor. Published by Sastra Digital with Amazon Publication.

Out of Ubud (2014). Selected Work by New Voices at the Ubud Writers & Readers Festival. Published by Lontar Foundation with URWF-Saraswati Foundation (for Frankfrut Book Fair 2015)

Cerita Rakyat Nusantara (2014). Ernawaty Literary Foundation (for Frankfrut Book Fair 2015).

Surabaya Beat (2014). Writing Project with Beat Presser. Promoted by Goethe-Institut with Afterhours Books, UWRF (for Frankfrut Book Fair 2015).

Novel #1 Garis Merah di Rijswijk (trilogy) meraih Novel Unggulan Sayembara Novel Republika 2011. Meraih Anugerah Rohto-RayaKultura Golden Award (2013) untuk cerpen Pertarungan. Beberapa cerpennya diterjemahkan dalam bahasa asing oleh Suzan Piper dan Jonas Chapman. Ia salah satu penulis yang mewakili Indonesia pada pertemuan penulis Internasional, Ubud Writers & Readers Festival 2013, di Bali.

Ia aktif mengenalkan metode telisik literasi sebagai kecabangan baru kritik sastra. Mendirikan The Indonesian Freedom Writers, sekaligus menjadi editor IFW e-Magz. Kini, selain mengajar kepenulisan kreatif di Settung Institute, ia sedang melakukan sejumlah riset tentang kebahasaan, budaya dan sejarah untuk dua lembaga (di bawah UN) dan project technical consultant untuk sebuah lembaga donor asing.

 

(dikutip dari: Republika Publishing, Mudra Swari Saraswati Foundation, dan berbagai sumber)


One response to “Ilham Q. Moehiddin

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 192 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: