[Esai] Fakta Poe yang Luput Diceritakan

Fakta Poe yang Luput Diceritakan

 Fakta Poe yang Luput Diceritakan3

PERNAH dengar The Master of Horor? Yap. Itu julukan Edgar Allan Poe. Karyanya fenomenal. Ia penyair, esais dan penulis cerita pendek yang terkenal di abad ke-19, hingga kini, setelah 204 tahun kematiannya. Karyanya sepopuler kisah aneh di seputar kehidupan dan kematiannya. Dari yang pernah Anda baca tentangnya, akan saya ungkap beberapa detil menarik yang tak pernah terbaca pada khalayak di Indonesia.

Ingatkah cerita Ballon Boy pada tahun 2009? Keluarga Heene yang membuat tipuan itu penjiplak gagasan Poe. Tahun 1844, Poe menulis di koran New York Sun, tentang Monck Mason yang terbang dengan balon bernama Victoria dari Inggris ke Pulau Sullivan dalam 75 jam. Balon terbang itu membawa tujuh orang menyeberangi transatlantik. Tulisan itu menghebohkan. Para pembaca antri di luar kantor New York Sun untuk mendapatkan salinan edisi bersejarah itu.

Poe menceritakan bagaimana balon itu diisi gas batubara. Ia merinci peralatan di balon itu, termasuk alat pintal, barometer, teleskop, tong berisi keperluan selama dua minggu, tong air, tas-karpet, dan lainnya, termasuk pemanas kopi slack-lime, yang memanaskan tanpa api. Ia juga mengutip ratusan jurnal penumpang.

Seorang editor The Sun’s menyadari laporan Poe itu sepenuhnya fiksi, dan menyebutnya sebagai tipuan Poe. The Sun’s mencabut tulisan itu dengan pengantar: “Kita cenderung percaya bahwa kecerdasan adalah kekeliruan.”
Fakta Poe yang Luput Diceritakan1
Jika cermat membaca The Gold-Bug, Anda akan tahu bahwa Poe seorang kriptografer (pengurai kode). Ia terapkan pada tahun 1839, saat ia meminta pembaca koran Philadelphia mengiriminya pesan berkode, yang membuatnya berkutat dengan teka-teki itu selama berjam-jam. Jawabannya ia terbitkan di koran yang sama, dan seketika membuat tiras Philadelphia meroket. Poe menerbitkan kode itu untuk menjaga para pembacanya tetap sibuk.

Pada tahun 1841, Poe menawarkan diri sebagai pengurai kode bagi Pemerintahan Tyler. Dia bilang, “Tidak ada sesuatu yang dipahami dapat dituliskan, lalu saya tak bisa mengurainya.” Tapi pemerintah Tyler menolaknya.

Nama Allan di tengah Edgar Poe bukanlah nama aslinya. Edgar Poe lahir di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, pada 19 Januari 1809 dari orangtua aktor. Ibunya wafat saat ia balita, dan ayahnya menyikapi kematian itu dengan meninggalkan Poe bersama dua saudaranya. John dan Frances Allan, pasangan yang tinggal di Richmond, membawa Poe dan dua saudaranya. Meski Allan tak secara resmi mengadopsi Poe, ia menambahkan Allan sebagai nama tengah Poe dan dua saudaranya.

Kisahnya bersama John Allan tak berakhir bahagia. Saat Poe remaja, hubungan mereka merenggang, dan setelah Poe masuk Universitas Virginia, mereka menjadi sangat asing. Ini akibat kecenderungan Poe yang berjudi dengan uang kiriman Allan.

Seperti penulis lain, Poe punya nemesis (saingan), bernama Rufus Wilcot Griswold, seorang penyair, kritikus, dan editor. Meski Griswold pernah memasukkan karya Poe dalam antologi Penyair dan Puisi Amerika yang ia terbitkan tahun 1842, Poe hanya mendapat sedikit integritas sastra dari Griswold. Saat Poe menulis esai yang mengolok antologi Griswold, persaingan pun memanas.

Griswold menyaingi Poe sebagai editor di Majalah Graham dengan gaji lebih tinggi, namun Poe secara terbuka mencerca motivasi Griswold itu. Ia mengklaim Griswold bagian sastra homer yang sombong di kalangan penyair New England.

Poe punya titik tertentu atas pandangan kritis Griswold, tapi Griswold bernasib baik karena hidup lebih lama. Setelah kematian Poe, Griswold menulis obituari yang kejam, di mana ia mengklaim kematian Poe sebagai sesuatu yang “mengejutkan banyak orang, tetapi sedikit yang bersedih karenanya.” Poe, ia sebut sebagai maniak.

Sungguh tercela mengejek kenangan seseorang atas kematiannya, namun Griswold meyakinkan Maria Clemm, untuk mengeksekusi karya-karya Poe dalam biografi yang akan ia terbitkan. Di biografi itu, Griswold menggambarkan Poe sebagai pemabuk berat, seraya mendapat keuntungan dari penjualan buku tersebut.

Pada tahun 1849, Poe menuju Richmond, tapi ia tak pernah terlihat di sana. Justru Poe ditemukan dalam selokan di depan bar di Baltimore, sambil mengoceh dalam pakaian yang aneh. Pejalan kaki membawa Poe ke rumah sakit, tapi ia wafat empat hari kemudian tanpa jelas apa yang telah terjadi padanya. Ia wafat pada 7 Oktober 1849, dalam usia 40 tahun.
Fakta Poe yang Luput Diceritakan2
Kematian Poe dikabarkan karena radang dan penyumbatan otak sebagai eufemisme sopan untuk keracunan alkohol. Tak ada asumsi kedokteran modern tentang itu. Karakterisasi buruk Poe sebagian besar dari kampanye Griswold: kekacauan pikiran Poe diakibatkan virus rabies atau sifilis.

Teori menakutkan soal wafatnya sastrawan itu, muncul dari laporan tentang Poe yang menjadi korban “pengurungan” praktik politik kotor abad-19. Mafia di balik kampanye politik diketahui mengumpulkan tunawisma dan mengurung mereka di tempat yang disebut “kandang” sebelum digiring ke tempat-tempat pemungutan suara. Pemilu di Baltimore pada tanggal 3 Oktober 1849, adalah hari Poe ditemukan sekarat. (IQM)

(JENDELA, Majalah Story, Edisi 48 / Th. IV / Oktober 2013)

About ilhamqmoehiddin

[ORGANIZATION]: http://theindonesianwriters.wordpress.com [FACEBOOK]: https://www.facebook.com/ilhamq.moehiddin [TWITTER[: @IlhamQM Lihat semua pos milik ilhamqmoehiddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: