[Resensi] Perempuan dalam Jejak Kesejatian

Oleh Ilham Q. Moehiddin

 

 

Judul : Jejak-Jejak Cinta Tujuh Perempuan

Penulis : Tina K, Ami Wahyu, Ami Verita, Lely Aprilia, Ayudya Prameswari, Nita Tjindarbumi, Julia Napitupulu

Penerbit : Langit Kata, Jakarta

Terbit : Cetakan Pertama, 1 April 2011

Halaman : 168 halaman

Harga : Rp. 50.000,-

 

ADA tujuh perempuan professional berlatar belakang berbeda, ada 10 cerita pendek, ada satu prosa, dan ada 10 puisi.

Ada yang terukir dalam jejak-jejak cinta mereka. Mereka disatukan dalam ikatan sejatinya keperempuanan.

Jelas sekali buku ini lain dari kebanyakan buku kumpulan cerpen dan puisi. Secara prosedural, buku ini hampir pasti digarap dengan cara yang sama; berkumpul, menyatukan ide dan gagasan, merumuskan tujuan penulisan, dan diterbitkan.

Namun, ada yang unik tentunya. Bahwa ke-10 cerita pendek di dalamnya berlatar belakang kisah yang romantis, dramatis, bahagia, dan ketegaran. Bersetting berbagai tempat dan situasi, pelibatan sejumlah karakter, tingkatan emosi yang berlapis, dan humanisme yang kental sekali.

Ke tujuh perempuan yang masing-masing mengkisahkan ‘jejaknya’ di sini berhasil meramu semuanya itu menjadi satu sajian utuh. Bumbu 10 puisi dan satu prosa tak saja menyegarkan, sekaligus membantu pembaca memahami apa dan sejauh mana ‘pengalaman cinta’ ke tujuh penulisnya.

Kisah cinta masa lalu yang tergali kembali lewat ingatan. Tina K., menyajikan stereotype cinta wanita paruh baya pada seorang lelaki yang jauh lebih muda darinya. Ami Wahyu yang menyodorkan realitas wanita karir beranak dua yang berusaha keluar dari lubang cinta masa lalunya. Ami Verita, yang menghadirkan keteguhan hati seorang wanita karir, lepas dari jerat penghianatan dalam sebuah perselingkuhan yang nyaris. Lely Aprilia yang menuangkan jerit pilu seorang wanita single parent yang bergulat dengan kenyataan bahwa dia harus menerima dua jalan cinta yang sepi. Lely, dalam jejak cinta yang lain, mencurahkan tangis seorang istri yang mendapati suaminya dalam perselingkuhan namun ragu membuka diri pada hubungan baru. Lely juga memotret seorang wanita dalam jejak perasaan hati sahabat suaminya sendiri, yang menyembul saat suaminya mencintai wanita lain.

Tidak saja jejak cinta dari sisi keperempuanan yang dihadirkan, tetapi juga dari sisi lelaki. Ayudya Prameswari misalnya, yang menyorongkan kisah cinta terpendam seorang lelaki pada istri mantan sahabatnya sendiri. Ayudya juga mencurahkan jejak cinta seorang wanita dewasa yang tak jua menemukan tambatan hatinya, kisah cinta yang timbul-hilang di tengah perjalanan karirnya. Atau, mengutarakan ketakutan seorang wanita yang secara psikologis trauma akibat kegagalan pernikahannya terdahulu, dalam kisah yang lain.

Nita Tjindarbumi, menceritakan pergulatan hati seorang wanita jurnalis muda tomboy yang dibalut prasangka pada sejumlah rekan lelaki sekantornya. Julia Napitupulu, menuangkan gairah cinta dalam prosanya. Dengan gaya deiktik, percintaan dalam gairah yang disusupkannya dalam melody sebuah lagu.

Sepintas, berbagai jejak itu terbaca terlalu jujur. Tetapi yang sungguh membuat buku kumpulan ini ‘beraroma wangi’ adalah langgam (corak/gaya) pengisahan ketujuh penulis ini dalam menuliskan kisahnya. Tujuh perempuan dengan tujuh langgam penulisan yang khas dan berbeda antara satu dengan lainnya. Di sinilah terlihat kematangan mereka dalam menggarap ide dan gagasan buku ini.

Para penulis ini tidak mengambil keuntungan dari pengisahan ‘jejak-jejak cinta mereka’. Mereka berangkat dengan satu tujuan yang telah dirumuskan sedari awal, bahwa keseluruhan hasil dari penjualan buku ini akan didonasikan untuk perkumpulan-perkumpulan perempuan yang selama ini bergerak memajukan kemandirian perempuan Indonesia.

Sebagaimana nafas dari buku ini; dipersembahkan para perempuan kepada perempuan yang positif, cerdas, mandiri, tangguh, tidak cengeng, dan berjiwa romantis. Selaku cermin tarsah; cermin yang mewujudkan semua impian, sekiranya buku ini pun sangat pantas dibaca kaum lelaki untuk memberi garis bawah pada posisi positif keperempuanan Indonesia yang sungguh berjiwa. ***

About ilhamqmoehiddin

[ORGANIZATION]: http://theindonesianwriters.wordpress.com [FACEBOOK]: https://www.facebook.com/ilhamq.moehiddin [TWITTER[: @IlhamQM Lihat semua pos milik ilhamqmoehiddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: