[Puisi] Takzimku Padamu, Daeng

Oleh Ilham Q. Moehiddin

 

: Aspar Paturusi

 

 

Apakah di nagari elok ini kita boleh memilih, Daeng?

Sungguh, pilihan kita tunak begitu saja

Merekalah petani itu, dan kita ladangnya

Mereka mencangkul di punggung kita

 

Setelah pungkas hara kita diambil

mereka boleh berhuma di tempat lain

Daeng benar, kita memang sudah dikalahkan

 

Simpanlah puisi itu serupa badik

tak akan lepas dia dari sarungnya

jika tak ada maksud. Suatu ketika

apabila kondisi negara semakin bahaya

bolehlah puisi itu dihunus

diarahkan, dan ditikamkan.

Hanya kata-kata

senjata kita sekarang

 

Takzimku padamu, Daengku

 

***

Juni, 2011

 

Mencangkul Tanah Kering. Sutiyem (55 tahun), seorang petani mencangkul untuk di jadikan lahan palawija di dasar waduk Krisak yang mengering, Selogiri, Wonogiri (foto: antara/akbar nugroho gumay)

About ilhamqmoehiddin

[ORGANIZATION]: http://theindonesianwriters.wordpress.com [FACEBOOK]: https://www.facebook.com/ilhamq.moehiddin [TWITTER[: @IlhamQM Lihat semua pos milik ilhamqmoehiddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: