Rubaiyat [XLIX]: ar-Ribat

(tempat berbenteng)

 

Oleh Ilham Q. Moehiddin

 

pada umur yang kesekian puluh

dia mulai menghitung amalan

bukan dosa yang membuatnya luluh

sedikitnya pahala bikin dia berpeluh

 

dia berkubang dalam bayangan sendiri

tak ada guna menghitung pori

di tepian mahsyar, kita sendiri

membuka buhul dalam perjanjian sehari

 

khusyuk-lah dalam raka’at

tiang batupun pasti akan rubuh

apalagi tubuh

sebab, Tuhan-mu tidak memberi rabat

 Februari, 2011

 

Kota Ribat, Monastir di Tunisia, tampak dari laut (sumber foto: planetware.com)

Rubaiyat ini juga dapat disimak di Oase-Kompas Cyber Media

About ilhamqmoehiddin

[ORGANIZATION]: http://theindonesianwriters.wordpress.com [FACEBOOK]: https://www.facebook.com/ilhamq.moehiddin [TWITTER[: @IlhamQM Lihat semua pos milik ilhamqmoehiddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: