Rubaiyat [XXXIV] : Langit-langit Tarsah

Oleh Ilham Q. Moehiddin

 

pada sore yang terlambat

rindunya merambat

tak ada kain yang membebat

luka di hati yang mengulat

 

pada rindunya yang berat

dia berganti jahat

ditubuhnya yang liat

amarahnya menggeliat

 

wahai, yang menguasai hati

landaskan vela mengurai pati

biarkan panahmu menderai

agar tubuhnya berai

 

wahai, yang menguasai mirzah

apakah harapan bisa memenuhi tarsah

pada kejenakaan yang basah

mereka mengundi barzah

 

wahai, yang mengumpati makam

akankah puas hatimu memeram

pada lipatan kain serupa ihram

kau sembunyikan geram

 

wahai, yang meredam rindu

mampukah kau ungkap sendu

pada lantunan makrifat syahdu

saat malaikat menanak madu

 

wahai, yang menenggelamkan harkat

bisakah engkau lebih dekat

pada gurat nasib yang berkarat

dia umpan hidupnya pada isyarat

 

ohoi…engkau yang begitu lunak

inikah temali yang membuhul benak

saat dosa beranak pinak

dia tergesa bak ternak

 

ohoi…pada penguasa senyap

bilakah ada musim tanpa rayap

yang berbunyi bak kepak sayap

datang menemuimu saat merayap

 

***

Januari, 2011

Ufuk (sumber foto: baltyra.com)

Rubaiyat ini juga dapat disimak di Oase-Kompas Cyber Media

About ilhamqmoehiddin

[ORGANIZATION]: http://theindonesianwriters.wordpress.com [FACEBOOK]: https://www.facebook.com/ilhamq.moehiddin [TWITTER[: @IlhamQM Lihat semua pos milik ilhamqmoehiddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: