[Prosa] Negeri Gayuslicious (Negeri Penuh Raja-Raja)

Oleh Ilham Q. Moehiddin

 

Ada negeri entah, dipenuhi raja-raja, diiringi ribuan dayang. Pengawal beraneka seragam, mirip pelangi menampak. Sungguh mewah dan hebat hidup para raja ini. Para dayang dan pengawal serupa tikus, lapar beredar di sekeliling para raja. Tatkala para raja melempar koin recehan, para dayang dan pengawal seketika berlompatan, saling menerjang. Hendak menjadi yang paling unggul mendapatkan recehan terbanyak. Para raja cukup berjalan di depan para dayang yang berlutut menunggu di sisi kiri-kanan sepanjang jalan menyodorkan wajah miris memelas, menadah kedua tangan menunggu kerincingan receh jatuh ke tangan mereka. Para raja bersiul, melempar receh seenaknya.

Para raja itu bukan ada karena trah. Mereka tiba tiba menjadi raja karena berhasil merampas dan menguras perbendaharaan negeri. Mereka bersiasat, menjalankan taktik sehingga milyaran perbendaharaan negara yang dikumpulkan dari setiap tetesan keringat, dapat mereka keruk tanpa ketahuan. Namun saat para kucing memergoki tindakan mereka, dalam sekejap para kucing menjelma tikus tikus berdandan ala dayang, pengawal dan pelayan. Mereka memuja raja-raja seketika ini. Apapun yang diinginkan para raja, segera saja mereka penuhi.

Para dayang dan pengawal serta pelayan itu ada bukan karena nasib. Mereka tiba-tiba menjadi dayang, pengawal dan pelayan karena berharap dan menghinakan diri. Mereka menunggu kejatuhan orang orang yang bersiasat. Pada wajah mereka tergambar munafik. Pada jantung mereka berdegup irama culas. Pada fikiran mereka terlintas picik. Dan, pada lidah mereka bercabang empat. Dua cabang manis dan pahit, dua cabang lainnya kecut dan hambar.

Perkataan mereka serupa manik air. Hukum mereka serupa buih. Peraturan mereka serupa udara. Ada sebentar lalu gaib karena dipancung tindakan. Para raja raja dubuk itu kemudian mabuk manik air, diapung buih, dihembus angin. Para raja tak pernah menyadari bahwa ketinggian derajat mereka bukan karena keputihan akal, kemurahan perbuatan, dan kehormatan isi hati. Para raja hanyalah bola bulu permainan para kucing. Para raja hanyalah keju kecut kecintaan para tikus. Sesuatu yang lezat mengundang selera.

Pada sore yang belum gelap, para raja dari balik tembok dan jeruji dingin, memerintah para kucing dan para tikus. Meminta pada para pelayan, mendayungi para dayang , dan menghinakan diri pada para pengawal. Inilah negeri yang dipenuhi raja-raja.

Negeri Gayuslicious, negeri penuh raja-raja.

November, 2010

Ratking (grafis: Daniel Anderson, 2007)

About ilhamqmoehiddin

[ORGANIZATION]: http://theindonesianwriters.wordpress.com [FACEBOOK]: https://www.facebook.com/ilhamq.moehiddin [TWITTER[: @IlhamQM Lihat semua pos milik ilhamqmoehiddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: