[Prosa] Ini dan Itu Begitu : Tuhan Memang Praktis

Oleh Ilham Q. Moehiddin

HUTAN dan lembah merunyak, lautan bergejolak, tanah menggeliat, angkasa merutuk, angin memuting keras, gunung murka. Ini alam sudah meringis, sudah menagih upah dari apa apa yang telah kita ambil.

Seringkali Tuhan memang praktis; mengazab tanpa berlama-lama.

Kita enggan berdamai dengan alam, kita tak sudi mengembalikan apa apa yang telah kita ambil. Kita memang tolol, karena berfikir hanya kitalah saja makhluk hidup. Kita memang dungu, karena berfikir tak ada karma (balasan) dari setiap perbuatan. Dan sampai prosa ini saya tuliskan, kita semua masih tetap dungu, tolol dan bodoh. Mahkluk pandir yang tak tahu berterima kasih.

“Dan apabila Aku letakkan gunung emas di tangan mereka sekalipun, manusia itu tidak akan pernah puas.”

Ibarat pecandu narkotika, manusia ini adalah mahkluk yang gemar merusak diri sendiri, demi kepuasan materialistis. Jika “racun dunia” bernama materialisme tetap diasup manusia yang serakah ini, percayalah tidak ada hal yang bisa merehabilitasinya kembali.

Pengusaha dan industrialis kita yang rakus dan tamak…
Penguasa kita yang terus lihai-jahat melindungi kerakusan dan ketamakan…
Kita yang bodoh karena tidak melawan dan lebih suka melihat semua perbuatan itu sambil menggerutu…

Ah, bodohnya aku, kau, kita.

Oktober, 28
2010

Gunung Meletus (sumber foto: flickr)

About ilhamqmoehiddin

[ORGANIZATION]: http://theindonesianwriters.wordpress.com [FACEBOOK]: https://www.facebook.com/ilhamq.moehiddin [TWITTER[: @IlhamQM Lihat semua pos milik ilhamqmoehiddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: