Kerja Keras Jurnalistik yang Menjatuhkan Presiden

Bab II:

Pedoman tentang Cara Mereka Melakukannya.

(Cara PCIJ Melaksanakan Investigasinya dan Metode yang Digunakan)

Targetkan Korupsi yang Jelas-Jelas Ada

Sewaktu PCIJ memulai investigasinya terhadap Estrada pada bulan Januari 2000, PCIJ memulai apa yang dianggap oleh media lain sebagai perjalanan yang akan berbahaya dan bahkan mustahil.

Di sisi lain, PCIJ hanya mulai meneliti apa yang sedang dibicarakan di seluruh kota. Dan itulah tantangannya: Untuk menyoroti yang jelas-jelas ada—dan membuktikannya.

”Kami mulai karena saya pikir orang lain tidak banyak tahu cara untuk memulainya,” kata direktur eksekutif pusat jurnalisme tersebut, Sheila Coronel.

”Itulah saatnya menyusun kisahnya. Ada banyak obrolan kedai kopi tentang kesepakatan yang dibuat oleh presiden dan banyaknya jumlah uang yang dibayarkan, tetapi tidak ada yang substansial. Sulit untuk membuat pendapat orang disiarkan kepada publik pada waktu itu. Tantangan dalam menginvestigasi korupsi politik adalah untuk menemukan jejak dokumen dan kemudian menganjurkan orang untuk berbicara, khususnya apabila target investigasinya berkuasa,” kata Coronel. ”Kami tahu kami tidak dapat melakukannya kecuali kami dapat menemukan dokumen-dokumen untuk membuktikan kebenaran di balik rumor tersebut,” katanya.

Fokuskan Riset Anda

Coronel mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, ia dan rekan-rekan PCIJ-nya telah mengembangkan suatu sistem untuk investigasi mereka. ”Kami dulu biasa membuang banyak waktu hanya untuk melakukan riset. Sejak 1989, kami telah belajar caranya berfokus. Kami memiliki pertimbangan yang lebih baik tentang apa yang dapat dicapai.”

Pada tahap terawal investigasi terhadap Estrada, para wartawan itu memutuskan untuk memusatkan perhatian pada perusahaan dan properti, dan itulah sebabnya mengapa arah yang ingin mereka tuju menjadi jelas.

Bidik Apa yang Dapat Didokumentasikan

PCIJ mulai mengungkapkan bagaimana Joseph Estrada menggunakan uangnya, dan bukannya menyelidiki bagaimana ia mendapatkannya. ”Penyelidikan kami ditentukan oleh apa yang dapat didokumentasikan,” jelas Coronel. ”Dalam hal ini, sulit sekali untuk mendokumentasikan kesepakatan dan pembayaran. Lebih mudah untuk mendokumentasikan buah kesepakatan itu,” paparnya.

”Kami menuju ke sumber-sumber yang jelas seperti pendaftaran perusahaan dan catatan tanah, yang sebelumnya kami kerjakan. Anda harus waspada akan keterbatasan Anda, serta batasan informasi yang dapat Anda peroleh, sehingga Anda dapat mengantisipasi di muka apa yang akan Anda temukan. Anda harus memahami apa yang akan diberitahukan dokumen-dokumen itu kepada Anda, dan siapa yang akan bersedia untuk buka mulut.”

Tetapkan Tujuan untuk Kisah Minimum dan Maksimum

PCIJ ingin mendokumentasikan bahwa aset presiden jauh melebihi apa yang ia sampaikan dalam pernyataan aset. Itu adalah hipotesis dasar para wartawan itu, dan kisah ”minimum” mereka, yakni, sasaran akhir yang diterbitkan dengan temuan-temuan paling minim yang diharapkan.

”Tidak terlalu ambisius,” ujar Coronel. ”Kami ingin memperoleh gambaran tentang seluruh kekayaan [Estrada]. Kami mengetahui undang-undang tentang aset serta persyaratan-persyaratannya untuk menyatakan setiap properti dan perusahaan yang dimiliki. Jika ia tidak menyatakan semua, hal itu tentulah sudah merupakan pelanggaran besar terhadap hukum.”

Kisah maksimum tidak disebutkan secara spesifik, tetapi mereka dapat berangkat ke banyak arah, seperti misalnya aset-aset lain yang tidak didaftarkan atas nama presiden, penyalahgunaan jabatan, perolehan aset secara ilegal serta pendapatan ilegal. ”Ada rumor tentang kemitraan dalam perusahaan perjudian, tetapi jelas akan sulit untuk mendokumentasikannya, maka kami tidak menyusuri jejak itu,” jelas Sheila Coronel.

Susun Strategi Riset

Coronel mengatakan bahwa jurnalis investigatif harus membuat suatu strategi untuk riset mereka, untuk membantu memfokuskan perhatian pada informasi apa selanjutnya yang hendak dikejar. ”Jika Anda tidak tahu mengapa secuil khusus informasi dibutuhkan, Anda bisa jadi hanya akan meriset tak habis-habisnya.”

Strategi riset dapat secara khusus mencakup studi kelayakan, anggaran serta jadwal waktu.

”Dalam hal ini, kami tidak memiliki anggaran ataupun jadwal waktu,” kata Coronel. ”Ini adalah kisah yang sangat tidak lazim. Tidak pernah sebelumnya kami mengerjakan suatu kisah yang melibatkan begitu banyak orang, waktu, dan uang. Biayanya amat mahal bagi kami; untuk memperoleh catatan di Security and Exchange Commission saja harganya sudah sepuluh dollar untuk tiap-tiap catatan, atau lebih dari 1.000 dollar. Itu sangat mahal untuk ukuran kami. Belum lagi kami harus membayar orang untuk transportasi pulang pergi,” jelasnya.

Soroti Problem Sistematik

PCIJ mendefinisikan jurnalisme investigatif sebagai jurnalisme yang menargetkan kekeliruan sistemik dengan tujuan membetulkan yang keliru.

”PCIJ selalu menyoroti problem-problem sistemik. Kami tidak pernah melihat kasus atau insiden individual kecuali kami dapat menyusunnya dalam suatu konteks permasalahan penting yang lebih luas seperti lingkungan hidup, korupsi, atau disintegrasi sosial. Kami selalu melihat kasus spesifik sebagai bagian dari pola yang lebih besar guna menyoroti apa yang salah dalam sistem. Inilah yang memungkinkan dilakukannya investigasi ini,” kata Coronel.

”Bagi kami, jurnalisme investigatif bukan hanya soal teknik belaka,” tambahnya. ”Sangat penting untuk memahami jurnalisme investigatif—pada tingkat filosofis—sebagai jurnalisme yang meminta pertanggungjawaban dari individu-individu maupun lembaga-lembaga atas tindakan mereka. Kami sangat sadar akan peranan yang dapat dimainkan jurnalisme investigatif dalam demokrasi yang masih muda dalam hal memperbanyak debat publik, mengkatalisasi reformasi dan menuntut pertanggungjawaban pihak yang berkuasa,” tandas Sheila Coronel.

Bangun Dasar Anda di atas Jejak Hukum

Dalam fase riset yang pertama, PCIJ menyelesaikan apa yang sering disebut sebagai pembangunan dasar, mengumpulkan informasi dasar, tetapi penting, tentang permasalahannya. Upaya utama pembangunan dasar digunakan untuk menggambarkan bagaimana sistem seharusnya bekerja selaras dengan apa yang dikatakan oleh hukum, norma, maupun ”aturan tak tertulis” suatu negara—dan kemudian bagaimana sistem itu sebenarnya bekerja.

Bagi para wartawan PCIJ, bagian utama dari dasar ini adalah berada dalam pengetahuan umum mereka.

”Sejak tahun 1995, kami telah melakukan banyak investigasi atas pernyataan aset pejabat pemerintah, jadi kami sudah mengetahui undang-undang tentang aset, prosedur untuk pernyataan aset resmi serta ketetapan konstitusi tentang divestasi,” jelas Coronel.

Langkah-langkah antikorupsi yang dimulai pada tahun 1987 setelah kejatuhan rezim Marcos, mengharuskan semua pejabat pemerintah, baik yang terpilih maupun yang terlantik—dari presiden sampai ke walikota serta anggota dewan daerah—untuk menyerahkan pernyataan aset resmi dan untuk melepaskan bisnis swastanya.

Akan tetapi, kerangka hukum bagi pengembangan tanah dan pembangunan kurang lebih merupakan lahan haru bagi para wartawan PCIJ. ”Pada tahap yang sangat awal, kami harus memeriksa peraturan perumahan dan pembangunan dan mempelajari prosedur resmi untuk suatu proyek perumahan tertentu. Kami membuat bagan arus tentang proses pembelian properti atau pembangunan rumah: pekerjaan administrasi apa yang dibutuhkan pada setiap fase, dan di mana itu diarsipkan? Kemudian kami jadi tahu dokumen mana yang harus dicari,” katanya.

Waspadai Rintangan

PCIJ mulai dengan pencarian catatan perusahaan, mencari perusahaan-perusahaan yang di dalamnya Estrada dan berbagai anggota keluarganya terdaftar sebagai anggota dewan atau pendiri. Mereka memulai investigasi mereka pada terminal komputer di Securities and Exchange Commission (SEC)—yang terbuka untuk umum—untuk mencari semua perusahaan yang menyangkut nama Estrada atau keluarga dekatnya.

Para peneliti bekerja hanya pada saat komputer tidak diawasi guna memastikan akses yang lebih leluasa. ”Kami tidak ingin menarik perhatian,” kata Coronel. ”Karena begitu berita tersebar bahwa ada yang sedang melakukan riset terhadap perusahaan-perusahaan Estrada, dokumen-dokumen itu bisa tiba-tiba tidak tersedia. Hal ini pernah terjadi di masa lalu. Dokumen-dokumen tidak dapat ditemukan. Kami ingin mencegah hal itu.”

Bersabarlah dan Investasikan Waktu yang Dibutuhkan

Di Filipina, jelas Coronel, akses ke catatan publik sudah rutin, tetapi terkenal menjemukan. Untuk memperoleh catatan pendaftaran perusahaan di SEC, perlu antre selama lima atau enam jam untuk maksimum tiga catatan per hari. Sewaktu sebuah perusahaan pada awalnya dikonfirmasi sebagai bagian perusahaan milik Estrada, PCIJ mengutus asisten perpustakaannya, Jane Continente, untuk mendapatkan catatan di SEC. Continente, yang profesinya sebagai juru tulis, mengetahui rutin itu dan cara mengisi formulir, dan selain itu dia bersedia untuk antre sambil mengumpulkan kepingan-kepingan teka-teki tersebut sementara rekan-rekan jurnalisnya berupaya merangkai keping-keping itu. Seluruhnya, dibutuhkan waktu tiga bulan untuk menyusun hasil akhir dan memperoleh semua catatan.

Meskipun memperoleh informasi dengan standar media normal memakan banyak waktu, Coronel mengatakan bahwa PCIJ tidak tertekan oleh waktu untuk merampungkan investigasinya. ”Saat itu, Estrada baru dua tahun berkuasa, dan ia akan menjadi presiden untuk empat tahun lagi,” kata Coronel. ”Kami tahu ini akan menjadi investigasi yang memakan waktu lama, dan kami tahu kami harus mendokumentasikan semua informasi. Kami memutuskan untuk meneruskannya.”

Lingkungan hidup, korupsi, atau disintegrasi sosial. Kami selalu melihat kasus spesifik sebagai bagian dari pola yang lebih besar guna menyoroti apa yang salah dalam sistem. Inilah yang memungkinkan dilakukannya investigasi ini,” kata Coronel.

”Bagi kami, jurnalisme investigatif bukan hanya soal teknik belaka,” tambahnya. ”Sangat penting untuk memahami jurnalisme investigatif—pada tingkat filosofis—sebagai jurnalisme yang meminta pertanggungjawaban dari individu-individu maupun lembaga-lembaga atas tindakan mereka. Kami sangat sadar akan peranan yang dapat dimainkan jurnalisme investigatif dalam demokrasi yang masih muda dalam hal memperbanyak debat publik, mengkatalisasi reformasi dan menuntut pertanggungjawaban pihak yang berkuasa,” tandas Sheila Coronel.

Bangun Dasar Anda di atas Jejak Hukum

Dalam fase riset yang pertama, PCIJ menyelesaikan apa yang sering disebut sebagai pembangunan dasar, mengumpulkan informasi dasar, tetapi penting, tentang permasalahannya. Upaya utama pembangunan dasar digunakan untuk menggambarkan bagaimana sistem seharusnya bekerja selaras dengan apa yang dikatakan oleh hukum, norma, maupun ”aturan tak tertulis” suatu negara—dan kemudian bagaimana sistem itu sebenarnya bekerja.

Bagi para wartawan PCIJ, bagian utama dari dasar ini adalah berada dalam pengetahuan umum mereka.

”Sejak tahun 1995, kami telah melakukan banyak investigasi atas pernyataan aset pejabat pemerintah, jadi kami sudah mengetahui undang-undang tentang aset, prosedur untuk pernyataan aset resmi serta ketetapan konstitusi tentang divestasi,” jelas Coronel.

Langkah-langkah antikorupsi yang dimulai pada tahun 1987 setelah kejatuhan rezim Marcos, mengharuskan semua pejabat pemerintah, baik yang terpilih maupun yang terlantik—dari presiden sampai ke walikota serta anggota dewan daerah—untuk menyerahkan pernyataan aset resmi dan untuk melepaskan bisnis swastanya.

Akan tetapi, kerangka hukum bagi pengembangan tanah dan pembangunan kurang lebih merupakan lahan haru bagi para wartawan PCIJ. ”Pada tahap yang sangat awal, kami harus memeriksa peraturan perumahan dan pembangunan dan mempelajari prosedur resmi untuk suatu proyek perumahan tertentu. Kami membuat bagan arus tentang proses pembelian properti atau pembangunan rumah: pekerjaan administrasi apa yang dibutuhkan pada setiap fase, dan di mana itu diarsipkan? Kemudian kami jadi tahu dokumen mana yang harus dicari,” katanya.

Waspadai Rintangan

PCIJ mulai dengan pencarian catatan perusahaan, mencari perusahaan-perusahaan yang di dalamnya Estrada dan berbagai anggota keluarganya terdaftar sebagai anggota dewan atau pendiri. Mereka memulai investigasi mereka pada terminal komputer di Securities and Exchange Commission (SEC)—yang terbuka untuk umum—untuk mencari semua perusahaan yang menyangkut nama Estrada atau keluarga dekatnya.

Para peneliti bekerja hanya pada saat komputer tidak diawasi guna memastikan akses yang lebih leluasa. ”Kami tidak ingin menarik perhatian,” kata Coronel. ”Karena begitu berita tersebar bahwa ada yang sedang melakukan riset terhadap perusahaan-perusahaan Estrada, dokumen-dokumen itu bisa tiba-tiba tidak tersedia. Hal ini pernah terjadi di masa lalu. Dokumen-dokumen tidak dapat ditemukan. Kami ingin mencegah hal itu.”

Bersabarlah dan Investasikan Waktu yang Dibutuhkan

Di Filipina, jelas Coronel, akses ke catatan publik sudah rutin, tetapi terkenal menjemukan. Untuk memperoleh catatan pendaftaran perusahaan di SEC, perlu antre selama lima atau enam jam untuk maksimum tiga catatan per hari. Sewaktu sebuah perusahaan pada awalnya dikonfirmasi sebagai bagian perusahaan milik Estrada, PCIJ mengutus asisten perpustakaannya, Jane Continente, untuk mendapatkan catatan di SEC. Continente, yang profesinya sebagai juru tulis, mengetahui rutin itu dan cara mengisi formulir, dan selain itu dia bersedia untuk antre sambil mengumpulkan kepingan-kepingan teka-teki tersebut sementara rekan-rekan jurnalisnya berupaya merangkai keping-keping itu. Seluruhnya, dibutuhkan waktu tiga bulan untuk menyusun hasil akhir dan memperoleh semua catatan.

Meskipun memperoleh informasi dengan standar media normal memakan banyak waktu, Coronel mengatakan bahwa PCIJ tidak tertekan oleh waktu untuk merampungkan investigasinya. ”Saat itu, Estrada baru dua tahun berkuasa, dan ia akan menjadi presiden untuk empat tahun lagi,” kata Coronel. ”Kami tahu ini akan menjadi investigasi yang memakan waktu lama, dan kami tahu kami harus mendokumentasikan semua informasi. Kami memutuskan untuk meneruskannya.”

Batasi Ruang Lingkup

Setelah kira-kira tiga hari pencarian database di SEC, PCIJ menemukan lebih dari 100 perusahaan. Nama-nama ini harus dipastikan kembali. PCIJ menyingkirkan catatan berdasarkan nama orang-orang yang identik serta perusahaan-perusahaan yang sudah tidak berdiri lagi, dan membandingkan catatan mereka dengan daftar perusahaan yang telah dibentuk sejak presiden menjabat. Setelah tiga bulan, PCIJ berhasil menyusun daftar ke-66 perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Estrada atau keluarganya.

Susun Data

Bagi para wartawan di pusat jurnalis, menyusun dan menganalisis semua data yang dikumpulkan para peneliti adalah krusial. Untuk memproses nama dan angka, PCIJ menggunakan program spreadsheet dasar, Microsoft Excel. Program ini menyortir data, mengkategorikan dan menyusunnya menurut alfabet, memungkinkan pengguna untuk melihat data dengan banyak cara untuk mendapat polanya.

”Kami menyortir berdasarkan tanggal pendirian perusahaan, berdasarkan anggota keluarga Estrada, berdasarkan istri-istri Estrada—kami dapat menemukan dengan cepat nama istri mana yang muncul paling sering,” jelas Coronel.

Para wartawan yang terbiasa melakukan Computer Assisted Reporting (CAR) mungkin memilih untuk menganalisis data dalam suatu database, yang memungkinkan lebih banyak kombinasi lagi. Namun, kasus PCIJ memperlihatkan bahwa perangkat lunak Excel cukup memadai untuk menangani data kurang dari 100 perusahaan.

Strategi PCIJ—untuk mencocokkan kepemilikan perusahaan dan properti dengan apa yang disampaikan Estrada secara resmi dalam pernyataan asetnya—memperlihatkan hasil yang memberatkan setelah data disusun dan dianalisis. Aset dari 14 saja dari ke-66 perusahaan berjumlah total lebih dari 600 juta PHP (sekitar US$ 13 juta), tetapi pada tahun 1999, Estrada menyatakan nilai bersih 35,8 juta PHP (US$ 790,000) dan pendapatan bersih senilai 2,3 juta PHP (US$ 1,000). Dengan tidak melepas kepemilikan atas perusahaan-perusahaan ini, Estrada melanggar konstitusi, suatu tindakan yang pada akhirnya menjadi satu dari empat tuntutan terhadapnya dalam dakwaannya.

Cek Kembali Kesimpulan Anda

PCIJ dengan hati-hati menyampaikan temuan-temuannya sebagai informasi yang faktual, yang jika saling dikaitkan sebagai satu keseluruhan dapat mengarah ke kesimpulan yang jelas. ”Kami tidak pernah menyatakan pendapat,” kata Coronel. ”Kami mungkin menganalisis, menaruh fakta-fakta pada konteksnya dan menarik kesimpulan. Tetapi kami tidak pernah memberikan pendapat kami sendiri. Sikap ini menyiratkan kesediaan untuk bersikap skeptis terhadap analisis dan kesimpulan Anda sendiri, untuk dapat memandang problemnya dari berbagai sudut pandang. Bahkan asumsi tidak memainkan peranan dalam laporan yang kami coba jual kepada surat kabar. Jika demikian, akan ketahuan. Laporan kami harus sungguh-sungguh merupakan laporan investigatif yang amat solid.

”Tentu saja ada ruang untuk opini di surat kabar, tetapi ada terlalu banyak jurnalisme yang berdasarkan opini pribadi, khususnya di Filipnia. Para kolumnis adalah bintang-bintang besar di sini. Tetapi posisi kami adalah memberikan laporan investigatif dan kami tahu di mana letak keuntungan komparatif kami.”

PCIJ memastikan kualitas dan ketidaktimpangan kesimpulan-kesimpulannya dengan dua kali atau tiga kali pengecekan, bukan hanya atas fakta-fakta di baliknya tetapi juga analisisnya sendiri, yang diperiksa oleh reporter lain serta pengacara. ”Kami tidak akan pernah menjual cerita yang menurut para pengacara dapat dikatakan palsu,” tandasnya.

Ikuti Panduan Etis yang Ketat

Biasanya, PCIJ mengikuti kode etik yang telah dibuat bagi para wartawan yang bekerja di Filipina. Standar etis negara ini boleh dikata ”longgar”, jelas Coronel. ”Tetapi untuk kisah ini, dalam beberapa hal kami lebih ketat sehubungan dengan aturan,” katanya, menjelaskan bahwa pusat jurnalisme mengambil langkah-langkah pencegahan ini karena kisah itu menuduh Estrada melakukan perbuatan salah. ”Kami harus benar-benar yakin akan perinciannya. Kami tidak akan menamai sebuah rumah kalau tidak mendapatkan nama pemegang hak atas tanahnya. Bahkan jika kami diberi tahu bahwa presiden pernah terlihat di sana, kami tidak akan menyebutkannya sampai kami mendapatkan nama pemegang hak atas tanahnya. Tidaklah cukup kalau informasi itu dikonfirmasi oleh dua atau tiga sumber manusia—kami membutuhkan dokumentasi yang aktual.”

Bekerjalah Sebagai Satu Tim

Kerja tim selalu merupakan faktor penting dalam pekerjaan investigatif PCIJ, tetapi untuk investigasi terhadap Estrada, hal itu sangat bernilai. ”Tidak pernah sebelumnya kami mengerjakan suatu proyek dengan begitu banyak koordinasi editorial,” ujar Coronel. Para wartawan itu bekerja dalam tim-tim selama riset, penulisan dan proses analisis. ”Kami bekerja bahu-membahu—khususnya selama kisah Estrada. Kami mulai dengan menulis naskah kasar, dan kemudian mengoperkan dari tangan ke tangan. Naskah ini dibahas dan ditulis kembali berulang kali. Ada juga seorang copy editor yang memeriksanya. Naskah itu lalu-lalang di seluruh ruangan. Jika kami membagi suatu cerita kepada lebih dari seorang penulis, naskah itu akan menuju ke satu orang untuk menyusunnya semua.” Apabila naskah kasar rampung, PCIJ memberikannya kepada pengacara untuk dibaca, dicek apakah ada fitnah di dalamnya, meskipun Coronel menandaskan bahwa pusat jurnalisme bisa juga berkonsultasi dengan para pengacara selama suatu proses investigasi.

Hadapi Langsung Sumber-sumber Utama

Begitu kisah perusahaan Estrada mulai tersusun pada bulan Mei, PCIJ memulai upayanya untuk menghubungi sekretaris pers presiden untuk dimintai komentar. Coronel mengatakan bahwa ia menelepon dan meninggalkan pesan setidaknya sekali seminggu selama beberapa minggu tanpa hasil. ”Kami terus menelepon sampai saat-saat terakhir, pada hari sebelum kami menerbitkan artikel itu. Tetapi ia menolak untuk berbicara dengan kami.”

Pada saat itu, dapat dikhawatirkan bahwa presiden dengan cara yang tidak jelas akan berupaya mengekang kisah itu sebelum diterbitkan. Akan tetapi, bagi PCIJ dan kredibilitasnya, adalah penting untuk berupaya sebisa-bisanya menyampaikan sisi kisah dari pihak presiden kepada para pembaca, sekalipun akhirnya para wartawan itu tidak berhasil mendapatkan komentar Estrada.

Pengaturan Waktu Adalah Segalanya

Artikel hasil investigasi perusahaan Estrada berjudul, ”Dapatkah Estrada Menjelaskan Kekayaannya?”, diterbitkan pada hari Estrada menyampaikan Pidato Kenegaraan tahunannya di televisi nasional, tanggal 24 Juli.

”Kami dikritik oleh surat kabar terbesar di negeri ini atas timing kami—mengapa kami memilih untuk menerbitkannya pada hari itu. Pemilihan waktu itu ditentukan sebagian oleh semua waktu yang kami gunakan untuk mencoba mendapatkan komentar dari presiden. Sebagian dari pidatonya akan berisi tentang keadaan finansial negara, jadi bagi kami, hal itu tampaknya merupakan pegangan yang baik.”

Ambil Tindakan Pencegahan

Kisah pertama menimbulkan kontroversi besar. ”Kami dibanjiri dengan surat-surat kebencian,” kata Coronel. ”Semuanya dikirim tanpa nama pengirim dengan alamat palsu. Kadang-kadang kami menerima seribu e-mail sekaligus dari seorang yang tak bernama, menyebabkan server kami rusak. Kami tidak pernah dapat melacak dari siapa surat-surat itu. Juga ada newsletter palsu yang disebarluaskan oleh faksimili yang mengatakan bahwa kami didanai oleh sebuah kelompok bisnis yang menentang Estrada.”

Intimidasi juga mengalir dari orang nomor satu itu sendiri. ”Kami tidak diancam secara langsung. Kami hanya menerima pesan dari teman-teman kami di dalam Istana Kepresidenan bahwa presiden sangat geram dan kami mesti berhati-hati, sehingga orang mungkin menangkap sinyal dari kemarahannya itu untuk mencelakakan kita.”

Peringatan ini tidak dianggap enteng. ”Kami sedikit khawatir. Kami pikir tidak akan merupakan tindakan politis yang cerdas jika Estrada terlihat mencelakai jurnalis, tetapi kami lebih khawatir tentang sesuatu yang lebih samar-samar-—membuat [suatu serangan] terlihat seperti suatu kecelakaan,” kata Coronel.

PCIJ kemudian mengambil apa yang Coronel sebut sebagai ”tindakan pencegahan normal”. Ini mencakup memberi tahu satu sama lain tentang keberadaan mereka pada setiap waktu, menyimpan arsip-arsip sensitif di luar kantor, meminta password dan kode untuk mengakses file komputer dan menggunakan nama kode untuk semua sumber. ”Nama sumber kami tidak pernah dituliskan. Sayalah satu-satunya yang tahu semua nama sumber.” Staf PCIJ juga memberi tahu teman-teman jurnalis mereka tentang pekerjaan itu, untuk semakin menambah jumlah orang yang tahu akan apa yang sedang dilakukan PCIJ dan ke mana arah riset itu.

Buat Risetnya Transparan

”Jika kita mengerjakan suatu kisah yang kontroversial, kita harus siap diserang karenanya,” kata Coronel. ”Kami harus siap untuk membela diri maupun metode kami. Kami harus sangat teliti terhadap pekerjaan itu. Kami membuat dokumentasi sebanyak mungkin dan mengerjakan sebanyak mungkin pekerjaan administrasi.

”Memang mungkin bagi kami untuk mengambil jalan pintas, tetapi kami memutuskan untuk melakukannya dengan cara yang sulit. Bisa saja kami menggunakan koneksi untuk mendapatkan dokumen di SEC, seperti dilakukan banyak jurnalis—mereka tidak antre. Tetapi kami dapat mengatakan dengan jujur: Tidak ada orang yang membantu kami. Kami menerobosnya dengan cara yang sulit.

“Dengan demikian kami tidak perlu membuat orang dalam kesulitan atau membuat mereka terlibat. Kami juga menyimpan semua tanda terima—slip yang memperlihatkan bahwa pada hari tertentu kami memperoleh tiga dokumen dan berapa harga yang kami bayar. Di banyak negeri, biasanya jurnalis disuapi dengan informasi—sekotak informasi diam-diam tiba di meja mereka. Kami ingin mampu memperlihatkan bahwa kamilah yang melakukan pekerjaan itu. Kami tahu bahwa kami bisa benar-benar berada di bawah pemeriksaan yang teliti. Kami harus sanggup menghadapi pemeriksaan demikian.”

Terbukalah tentang Metode Anda

Coronel mengatakan bahwa begitu kisah pertama diterbitkan, ada banyak pertanyaan yang diajukan sehubungan dengan PCIJ, agenda serta pendanaannya. ”Sebelum itu, kami menolak undangan untuk berbicara, karena kami berpikir hal itu menyita terlalu banyak waktu. Tetapi setelah kisah itu terbit, kami mulai berbicara di hadapan umum kepada kelompok-kelompok, mahasiswa, Rotary Clubs dan Ornop lainnya tentang kegiatan kami. Kami memutuskan untuk lebih terbuka tentang metode-metode kami dan sumber dana kami, untuk lebih kasatmata di hadapan umum. Kami berbicara kepada kelompok-kelompok, menyediakan diri untuk diwawancara, berpikir bahwa jika kami mendapat dukungan publik atas pekerjaan kami, maka akan lebih sulit bagi (siapa pun) untuk mengganggu kami.

”Saya tahu bahwa jurnalis tidak suka melakukan hal ini,” tambahnya. ”Tidak ada seorang pun dari kita yang ingin berbicara di depan umum—pada umumnya para wartawan membiarkan kisah itu sendiri yang berbicara. Tetapi, kami berutang kepada publik untuk menjelaskan cara kami melakukan pekerjaan itu. Tradisi yang mengatakan bahwa ”jurnalis bekerja dengan cara yang misterius” menambah ketidakpercayaan antara jurnalis dan publik. Kami harus memberikan penjelasan. Kami menghabiskan banyak waktu untuk berbicara kepada orang. Itu adalah tugas yang dilakukan berulang-ulang, tetapi itu adalah tugas yang perlu dilakukan.”

PCIJ juga menjelaskan metodologinya di situs web-nya, yang mendapat lebih banyak hit setelah laporan pertama diterbitkan.

Coba Semua Kemungkinan

Investigasi atas perolehan real estat Estrada yang meragukan menghadirkan tantangan yang jauh lebih besar daripada riset perusahaan, bukan hanya karena nama-nama keluarga Estrada tidak akan ditemukan secara tertulis, tetapi juga karena jejak tertulis begitu sulit untuk ditelusuri. ”[Semua transaksi real estat] merupakan bagian dari catatan publik dan siapa pun dapat memperoleh akses ke situ—selama mereka tahu persis apa yang sedang mereka cari,” kata Coronel. Catatan tanah dan perusahaan untuk menentukan kepemilikan hanya dapat diperoleh di kantor pemerintah kotapraja masing-masing, tetapi tidaklah cukup untuk muncul begitu saja di gedung kotapraja dan meminta sebuah file. ”Kami perlu tahu alamat dan nama pemilik tanah untuk memperoleh akses. Bahkan jika menemukan alamatnya, kami harus tahu siapa pemilik asli properti itu. Jika kami tidak tahu pemilik tanah atau properti itu, kami harus menebak,” katanya.

”Sekali waktu, sewaktu kami benar-benar menemukan nama pemilik, ternyata ia memiliki properti seluas ribuan meter persegi. Jadi, yang mana yang kami cari? Kami benar-benar jatuh bangun.”

Gunakan Pakar

Sebelum investigasi terhadap Estrada, PCIJ tidak pernah mengadakan riset dengan cara kontrak, tetapi langkah ini mereka ambil dalam mengikuti jejak dokumen real estat. Mereka membayar seorang pensiunan pejabat pajak internal pemerintah dan asistennya untuk membantu dalam prosedur yang rumit untuk mendapatkan nama pemegang hak atas tanah.

”Ia tahu prosesnya,” kata Coronel. ”Banyak hal telah dikerjakan bagi kami—para pengacara menawarkan nasihat hukum secara cuma-cuma, mereka bekerja dengan kami. Kami juga didukung oleh Ornop lainnya yang memiliki tujuan yang sama.”

Gunakan Bagan Arus untuk Menemukan Sumber

Untuk membantu mereka agar terfokus sebelum mulai menelusuri jejak dokumen real estat, para wartawan PCIJ membuat serangkaian bagan arus. ”Kami melihat proses untuk membangun sebuah rumah,” kata Coronel. ”Kami menggunakan bagan untuk menunjukkan kepada kami siapa yang akan terlibat dalam setiap langkah. Kami memulai dengan pemilik rumah, kemudian pengacara sang pemilik, dan seterusnya. Siapa yang tahu tentang pembangunan rumah? Karena mustahil untuk membangun sebuah rumah jika tak ada seorang pun yang tahu tentangnya.”

PCIJ menggunakan bagan arus untuk sumber dokumen dan sumber manusia pada tahap yang berbeda-beda, menyusun gagasan mereka.

Bagian dari riset dasar mula-mula juga mencakup menelepon sejumlah ”sumber info” untuk meminta petunjuk. ”Kami menelepon banyak orang, berbicara dengan mereka, mendengarkan apa yang dikatakan,” kata Coronel. Berkat info-info ini, PCIJ tahu dari semula bahwa tidak satu pun dari rumah-rumah itu secara resmi dimiliki oleh Estrada atau keluarganya, jadi dengan demikian dokumentasi akan sangat sulit ditemukan. ”Kami tahu bahwa kita tidak bisa kalau hanya mencari satu rumah saja. Kami harus mencari beberapa rumah, dan kami tahu bahwa pasti ada suatu pola dalam hal perolehannya.”

Cari Sumber ”Sekutu”

PCIJ juga harus mengandalkan sumber manusia yang dapat membantu menuntun mereka ke jejak tertulis ataupun memverifikasi informasi dari saksi mata, rekening, atau pengalaman lain. Kemudian, organisasi mulai menghubungi arsitek, pembangun, penyuplai dan kontraktor lain yang mengenal baik pembangunan berbagai mansion, dan juga tetangga serta penghuni desa yang berdekatan dengan kawasan tempat Estrada diduga membangun mansion-mansion. Secara perlahan, PCIJ mulai lebih mencermati properti tempat presiden atau salah seorang gundik atau istrinya pernah terlihat.

”Kami memperoleh kerja sama dari beberapa asosiasi penghuni eksklusif,” katanya. ”Mereka percaya bahwa sesuatu harus dilakukan. Juga ada sedikit kekesalan di antara mereka terhadap sang presiden. Rumah-rumah yang ia bangun begitu besar. Di salah satu kawasan tempat salah seorang istrinya tinggal, semua pengawal presiden menyertainya sewaktu ia mengunjungi istrinya itu. Dan para pengawal itu tidak benar-benar bertingkah laku patut.”

Guncang Pohonnya

Penerbitan kisah pertama tentang perusahaan presiden membuat PCIJ lebih mudah menarik sumber dan info dari para pembaca.

”Adakalanya orang datang kepada kami untuk memberikan informasi secara sukarela. Seorang wanita memberi tahu kami bahwa seorang utusan  Estrada menawarkan untuk membeli propertinya—tetangganya sudah menjual. Ia tidak ingin menjualnya dan tidak suka terhadap tekanan seperti itu. Kisah pertama kami tentang perusahaan itu telah terbit, maka ia datang kepada kami,” kata Coronel.

Namun, efek utama ”mengguncang pohonnya” datang setelah kisah kedua tentang mansion, yang juga disiarkan melalui TV. Semakin banyak orang mulai memberikan informasi kepada PCIJ, dengan demikian memfasilitasi publikasi lebih banyak laporan dengan uraian tentang aset presiden yang bahkan lebih terperinci

lagi. Beberapa informan bahkan mengirimkan foto rumah-rumah dan memberikan alamat persisnya sehingga membuat pengejaran dokumen jauh lebih mudah.

Secara keseluruhan, PCIJ menemukan 17 real estat di Metro Manila, Tagaytay, dan Baguio yang diperoleh sang presiden dan berbagai anggota keluarganya sejak tahun 1998.

Jangan Berbohong kepada Sumber Anda

Para wartawan PCIJ tidak menyamar atau berbohong kepada sumber mana pun. ”Kami tidak pernah menyamarkan siapa kami atau apa yang sedang kami lakukan. Bahkan di televisi. Kami berpikir sebaliknya, bahwa kami dapat menghadapi masalah serius jika kami tidak terus terang sehubungan dengan apa yang kami lakukan. Kami memberi tahu [sumber-sumber] seadanya apa yang ingin kami lakukan,” kata Coronel. Ini, tambahnya, yang menjadi kuncinya.

”Satu-satunya problem adalah bagaimana masuk ke estat perumahan yang berpagar. Rumah-rumah itu dijaga, dan kita perlu meninggalkan kartu identitas atau mengatakan bahwa kita mau mengunjungi seseorang di kawasan itu jika kita tidak tinggal di sana. Jadi, kami berbicara kepada orang-orang yang tinggal di sana, memberi tahu mereka tentang apa yang sedang kami lakukan, dan mereka mengizinkan kami masuk.”

Lindungi Sumber Anda

PCIJ menyebutkan nama sumber-sumber manusia sebisa mungkin dalam kisah itu, tetapi tindakan pencegahan diambil dalam beberapa keadaan. ”Kami tahu bahwa kami dapat membahayakan nyawa atau bisnis mereka, jadi dalam kasus-kasus demikian kami memilih untuk tidak menyebutkan nama mereka. Ingatlah, Estrada sangat berkuasa pada saat itu. Jika mereka ingin go public, kami memberi tahu mereka tentang konsekuensinya.”

Seperti dijelaskan Coronel, nama kode digunakan untuk sejumlah sumber, dan bahkan hal ini belum cukup. ”Nama sumber-sumber kami yang sensitif tidak pernah dituliskan. Sayalah satu-satunya yang tahu siapa saja sumber-sumber itu.”

Ungkapkan Perincian yang Halus

Dalam presentasi aktualnya, PCIJ mengungkapkan kesimpulan utamanya melalui detail, observasi, dan contoh.

Dalam salah satu kisah, ”Erap and Families”, Coronel memulai kisah itu dengan menggambarkan mansion presiden satu demi satu. Misalnya, ”Tahun lalu, ibu Presiden merayakan ulang tahunnya di villa bertingkat dua yang dimiliki Ejercitos di Laguna. Rumah itu, yang dibangun pada tahun 1912, telah ditelantarkan setelah Perang Dunia Kedua. Akan tetapi, atas perintah presiden, arsitek terkenal Chito Antonio memvermaknya, yang hasilnya ditampilkan awal tahun ini dalam majalah aristektur mewah BluPrint. ’Unsur-unsur tradisional dipulihkan: jendela capiz, lantai kayu yang mewah, serta ukiran langit-langit yang dekoratif,’ lapor majalah itu.”

”Justru gambaran mengenai orang dan perincian tempat yang menghasilkan kisah itu,” jelas Coronel. ”Menciptakan gambar adalah teknik menuturkan-kisah dan laporan investigatif sebenarnya adalah soal menuturkan kisah, yang bekerja dengan suatu struktur naratif.”

”Perinciannya juga membuat kisah tersebut lebih dapat dipercaya. Kami memberi tahu pembaca bahwa kami menemukan ini, kami menemukan itu, sehingga orang tahu bahwa kami benar-benar telah mengumpulkan semua informasi ini dan melakukan investigasi yang sepatutnya dengan saksama.”

Namun, agar dapat menggunakan perincian dan obeservasi, PCIJ perlu mengumpulkannya secara sistematis. ”Itu bagian rencana riset kami,” kata Sheila Coronel.

Carilah Pola

Karena sebagian besar properti atas nama perusahaan bayangan yang dibentuk oleh rekan dekat presiden, baik Estrada maupun keluarganya tidak tercantum dalam catatan mana pun. ”Dari semula, sudah jelas bagi kami bahwa membuktikan siapa sesungguhnya pemilik properti ini akan sulit,” menurut Coronel. ”Tetapi kami juga tahu bahwa investigasi tidak akan menemui jalan buntu jika kami dapat menunjukkan suatu pola dalam perolehannya.” Pola dapat membuktikan secara tidak langsung bahwa satu orang atau perusahaan adalah pemilik sesungguhnya, maka PCIJ mencari pola-pola berikut di antara properti yang diduga milik Estrada:

Cara perolehan

Firma hukum yang digunakan untuk membentuk perusahaan guna mewakili perolehan itu

Individu-individu atau perusahaan-perusahaan yang merupakan calon yang ditunjuk untuk perolehan itu

Kontraktor dan desainer interior rumah-rumah tersebut

Rancangan rumah-rumah itu

Seraya PCIJ menemukan bukti dokumenter dan kaitannya dengan Estrada, kata Coronel, pola segera dapat dipahami, katanya. Dari wawancara, rencana pembangunan dan foto, PCIJ menemukan suatu pola dalam penggunaan kontraktor, manajer proyek, arsitek dan perusahaan perancang, serta keseragaman dalam gaya mansion-mansion itu.

Pencarian rutin akan rencana pembangunan menghasilkan informasi baru, seperti nama anak-anak presiden dalam cetak biru kamar tidur yang direncanakan bagi mereka—bukti tambahan bahwa rumah-rumah itu benar-benar dibangun untuk Estrada.

PCIJ juga menemukan satu properti yang dimiliki sementara Estrada menghindari pembayaran pajak, juga sebuah perusahaan bangunan milik Estrada yang melanggar undang-undang pembangunan.

Ekspos Front Men dan Perusahaan Bayangan

Terobosan utama dalam riset real estat juga terjadi setelah kisah perusahaan diterbitkan. Terobosan itu berpusat pada mansion ”Boracay” yang ekstra mewah di New Manila, Quezon City, yang konon dibangun untuk salah seorang istri presiden. Mansion ini dibangun pada akhir tahun 1999, dan terdapat pantai pasir putih yang mengelilingi kolam renang air panas dengan mesin pembuat gelombang.

”Orang mengatakan, ’Yah, kami lihat dia di sana,’ tetapi kami tidak dapat menemukan kaitan dokumen,” kata Coronel. Dari sebuah alamat yang didapatkan melalui info, PCIJ akhirnya mengetahui lokasi properti tersebut dan menemukan bahwa pemilik barunya adalah sebuah perusahaan bernama St. Peter Holdings. Jadi, jejak real estat menuntun PCIJ kembali ke SEC—dan jejak perusahaan. ”Kami menemukan pendaftaran badan hukum perusahaan itu, alamatnya serta nama-nama pendirinya. Lalu kami mendapati bahwa semua orang yang terdaftar di perusahaan itu bekerja di firma hukum yang sama. Penasihat utama presiden Estrada, Edward Serapio, adalah mantan mitra di firma hukum itu, tetapi namanya masih disertakan dalam situs web firma tersebut. Jadi, keterkaitan ke Estrada sangat dekat.”

PCIJ menemukan dua firma hukum yang mendirikan perusahaan bayangan untuk menutupi sebagian besar properti Estrada, yang nantinya akan mereka transfer ke Estrada. ”Kami sangat gembira sewaktu menemukan hal ini. Kami tahu bahwa kisah ini mulai mendapatkan titik terang.”

About ilhamqmoehiddin

[ORGANIZATION]: http://theindonesianwriters.wordpress.com [FACEBOOK]: https://www.facebook.com/ilhamq.moehiddin [TWITTER[: @IlhamQM Lihat semua pos milik ilhamqmoehiddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: