Penangkapan “Cracker” Situs KPU, “Perang” Masih Berlangsung

Harian KOMPAS | KOMPAS Daily

Selasa,  27 | April | 2004

Halaman/Page | Humaniora/10

Reporters | ARB

Photos | Kompas/Bestari.


Inspirasi

PERILAKU Cracker (orang yang masuk ke sebuah situs untuk melakukan sesuatu yang merusak) makin membuat kehidupan ini tidak nyaman. Pada tanggal 17 April 2004 situs KPU diacak-acak orang. Nama-nama partai diubah menjadi lucu-lucu. Namun data angka tidak ada yang terusik.

Dan, pada Kamis (22/4) , pelakunya, Dani Firmansyah, ditangkap polisi. Perlu beberapa hari sampai polisi mau mengumumkannya ke publik hari Senin kemarin. Dan, beberapa jam setelah Dani diumumkan sebagai tersangka, crackers lain yang merasa senasib melakukan pembalasan. Beberapa situs penting Indonesia dirusak. Saat berita ini diturunkan pukul 22.30 WIB, paling tidak situs resmi Sekretaris Kabinet (www.setkab.go.id) yang sudah pasti rusak. Di situs ini pula, perusak memasukkan pesan untuk pembebasan Dani.

Kejahatan alam maya ini memang kejahatan baru bagi polisi Indonesia, bahkan dunia. Kejahatan alam maya memang belum banyak jenisnya, namun pelacakannya butuh orang-orang ahli di bidang ini.

Untuk kasus perusakan situs KPU ini, polisi Indonesia bekerja sama antara lain dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Asosiasi ini memang harus dilibatkan sebab banyak data lalu lintas internet diketahui mereka.

“Perilaku crackers sudah mencemaskan. Siapa pun boleh beranggapan bahwa kerja KPU kurang maksimal. Tetapi itu bukan pembenaran untuk merusak,” kata Heru Nugroho, sekretaris APJII, menanggapi ulah para perusak alam maya itu.

PELACAKAN untuk menangkap Dani dimulai polisi dengan mempelajari log server KPU. Untuk mempermudah kerja, hanya log server tanggal 16 dan 17 April yang diteliti. Itu pun tidaklah mudah sebab pada tanggal 16 April ada 361.000 baris data orang-orang yang masuk ke situs KPU ini. Lalu, pada tanggal 17 April saat sang cracker beraksi itu, ada 164.000 baris data tamu.

Dari penelusuran ini, terlihat bahwa penggantian nama-nama partai di situs KPU berlangsung pada tanggal 17 April antara pukul 11.24 WIB sampai 11.34 WIB. Penelusuran juga mendapatkan dua buah nickname pelaku yaitu “xnuxer” dan “schizoprenic”.

Nickname ini walau hanya nama samaran, pada dunia maya sering mewakili satu orang yang pasti. Dan pelacakan pun dimulai dengan nickname ini.

Kesulitan pertama langsung terlihat bahwa pelaku telah melakukan “penyesatan”. Terlihat seakan pelaku melakukannya dari Thailand dari alamat IP (Internet Protocol) 208.147.1.1.

Polisi dan timnya tidak menyerah. Mereka melacak kegiatan nickname-nickname tadi dari berbagai cara. Suatu ketika, saat tim melakukan chatting (ngobrol tertulis di jalur internet) lewat jalur IRC (Internet Relay Chat), terlacak bahwa si schizoprenic terakhir terbaca melakukan chatting dari sebuah warnet di Yogya.

APJII yang mempelajari log book warnet itu mendapati kejanggalan besar, yaitu log book warnet itu kosong melompong pada tanggal 17 April saat situs KPU dibobol orang.

Dugaan pertama adalah, pada tanggal 17 April itu sang warnet tidak beroperasi. Namun, dari pelacakan lebih jauh lagi, yaitu dari Internet Service Provider (ISP) tempat warnet itu tersambung, yaitu UII-net, terbukti bahwa warnet itu tetap buka normal pada tanggal 17 April.

Hal pertama yang patut dicatat adalah, log book warnet hanya bisa diubah-ubah isinya oleh admin sang warnet itu sendiri. Dan, sang admin warnet itu ternyata telah memberikan previlage itu kepada orang luar, yang ternyata akhirnya terbukti Dani Firmansyah.

Sang admin menganggap Dani sebagai “gurunya” dalam bidang tehnologi, maka ia memberinya hak untuk bisa masuk berbagai akses vital warnet itu.

Jadi, Dani melakukan perusakan dari Jakarta tetapi dengan “memperalat” warnet di Yogya itu sambil mengalihkan perhatian orang ke Thailand.

“Dia cukup canggih walau otodidak,” kata seorang pakar tehnologi informasi.

HAL penting yang bisa dicatat dalam peristiwa ini adalah bahwa manusia sampai kapan pun punya kencenderungan pamer. Seorang cracker pamer kemampuannya dengan merusak situs-situs penting. Dengan kata lain ia ingin berkata bahwa ia lebih jago dari pada perancang atau penjaga sang situs.

Situs http://www.setkab.go.id juga telah rusak, bahkan yang merusak memasukkan kata ini: “Bebaskan Om Schizoprenic” alias ia meminta pembebasan Dani Firmansyah.

Gejala apa pula ini? Kalau sempat KPU kacau-balau, kacau pulalah sebagian negara ini. Dan para crackers masih menganggap Dani harus dibebaskan!

Kesombongan para crackers telah menutup mata mereka sendiri akan kenyataan bahwa merusak kepentingan orang lain adalah kriminalitas.

Sampai sekarang pun masih banyak orang yang bangga kalau bisa berbelanja di internet dengan mampu membobol kartu kredit orang lain. Ribuan orang muda Indonesia masih merasa bangga kalau bisa membobol internet. Dalam benak mereka itu kehebatan dan kecerdasan, bukan pencurian.

Jangankan Indonesia. Negara-negara maju pun masih menghadapi orang-orang macam crackers ini. Untuk mengatasinya, hanya satu cara. Mari yang bukan crackers bersatu. [] ARB

Skema Pembobolan Server KPU

About ilhamqmoehiddin

[ORGANIZATION]: http://theindonesianwriters.wordpress.com [FACEBOOK]: https://www.facebook.com/ilhamq.moehiddin [TWITTER[: @IlhamQM Lihat semua pos milik ilhamqmoehiddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: