Jepang Siap Bantu Angkat Ranjau Sisa PD-II

Indonesian Media Digital Clipping | Sinar Harapan | Ilham Q. Moehiddin

Harian Sinar Harapan | Sinar Harapan Daily

14 | Fabruari | 2002

Reporters | Ilham Q. Moehiddin

Photos |

Kendari, Sinar Harapan—Pemerintah Jepang melalui Konsul Jenderalnya (Konjen) untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang berkedudukan di Makassar, K.Yamashita menyatakan bersedia membantu Pemerintah Kota Kendari untuk mengangkat ratusan ranjau dan bom peninggalan Jepang di  masa perang dunia ke-II yang diperkirakan masih tertanam di sekitar teluk Kendari.

“Pada dasarnya pemerintah Jepang siap membantu, namun kami minta diteliti dulu untuk memastikan apakah di sana memang masih ada ranjau atau bom yang tersisa. Jika hasilnya positif, silahkan Pemkot Kendari mengajukan proposal kepada pemerintah Jepang, saya siap  untuk memperjuangkannya,” katanya kepada wartawan di Kendari, Kamis (14/2).

Pernyataan Yamashita itu dikatakannya menanggapi permintaan Pemerintah kota (Pemkot) Kendari yang menyatakan khawatir dengan keberadaan bom-bom serta ranjau peninggalan tentara Jepang semasa perang dunia ke-II yang berada di sekitar teluk Kendari. Padahal Pemkot Kendari berencana melakukan pengerukan kawasan teluk yang kini telah mengalami pendangkalan itu.

Asisten II Pemkot Kendari Muhammad Yamin Rahman mengatakan, Pemkot Kendari berencana akan mengeruk teluk Kendari serta memperluas areal pelabuhan yang ada di sekitar kawasan itu, namun di dalam perairan itu masih  terdapat  bom dan ranjau yang diperkirakan tetap aktif.

“Kami mengharapkan pemerintah Jepang membantu Pemkot Kendari baik dalam masalah teknis untuk mengangkat ranjau dan bom itu, maupun pendataan untuk mengeruk teluk Kendari,” ujarnya.

Yamin mengatakan, di kawasan teluk terdapat pelabuhan Kendari yang merupakan bandar penumpang umum dan bongkar muat, termasuk peti kemas, namun pergerakan kapal masuk keluar teluk itu kini mulai terhambat lantaran teluk mengalami pendangkalan akibat kerusakan hutan di pegunungan Nipa-nipa dan Nanga-nanga.

Akibat pendangkalan tersebut, sejumlah kapal niaga bertonase besar kini mulai ragu memasuki teluk Kendari, bahkan kapal pengangkut ikan tujuan ekspor tidak berani lagi berlabuh di dermaga Pusat Perikanan Samudra (PPS) untuk mengangkut ikan. Menurutnya, pihaknya kini sedang berupaya bersama Pemprov Sultra agar pemerintah pusat mau mengucurkan dana APBN atau ada bantuan dari luar negeri untuk mengeruk teluk, sebab dana daerah sangat terbatas sementara biaya untuk kegiatan itu cukup besar.

Yamin mengatakan, keberadaan ranjau dan bom di kawasan teluk Kendari selain dibuktikan dengan adanya sejumlah nelayan atau warga yang bermukim di sekitar teluk yang menemukan ranjau dan bom juga dari cerita sejarah  kawasan itu semasa perang dunia ke-II merupakan basis pertahanan tentang Jepang. []

c Sinar Harapan Daily Copy Right Reserved

About ilhamqmoehiddin

[ORGANIZATION]: http://theindonesianwriters.wordpress.com [FACEBOOK]: https://www.facebook.com/ilhamq.moehiddin [TWITTER[: @IlhamQM Lihat semua pos milik ilhamqmoehiddin

Comments are disabled.

%d blogger menyukai ini: