Tingkat Kemiskinan 2009 Diperkirakan 13,5%

Jakarta, Analisa

Pemerintah memperkirakan angka kemiskinan nasional pada 2009 berkisar 12-13,5 persen atau lebih rendah dari 2008 yang mencapai 15,4 persen.
Menteri Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Paskah Suzetta di Jakarta, Senin mengatakan, pihaknya masih akan menunggu hasil perhitungan dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai tingkat kemiskinan.

Pada 2008, lanjutnya pada Rapat Kerja dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, BPS mengeluarkan laporan tingkat kemiskinan di tanah air mancapai 15,4 persen.
“Dengan berbagai program 2009 dan dana pendamping diperkirakan akan berkurang menjadi 12 hingga 13,5 persen angka kemiskinan,” katanya.

Namun demikian Paskah mengatakan, dalam perhitungan pesimistis Bappenas memperkirakan angka kemiskinan nasional pada tahun ini sekitar 12-14 persen.

Menurut dia, untuk menanggulangi kemiskinan melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2009 sejumlah upaya yang akan dilakukan yakni bantuan dan perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat dan penguatan Usaha Mikro dan Kecil (UKM).

Program Bantuan dan Perlindungan Sosial, tambahnya, antara lain di bidang pendidikan melalui penyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk semua jenjang pendidikan dasari baik negeri maupun swasta.

Program BOS tersebut dimaksudkan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa tidak mampu dan meringankan bagi siswa lain agar mereka memperoleh layanan pendidikan dasar yang lebih bermutu sampai tamat.

Sasaran program BOS pada 2009 yakni 27,1 juta siswa SD dan 9,5 juta siswa SMP yang mana untuk sekolah umum disediakan anggaran untuk 3,7 juta anak sedangkan madrasah sebanyak 1,5 juta siswa.

Selain itu pemerintah juga akan memberikan perhatian pada sisi kesehatan penduduk miskin yang mana diharapkan 75,4 juta penduduk miskin dapa memperoleh pelayanan kesehatan kelas III , seluruh penduduk mendapatkan pelayanan dasar di Puskesmas atau jaringannya. Tersedianya obat generik esensial, obat flu burung, obat bagi korban bencana, maupun obat untuk jemaah haji serta obat program dan vaksin.

Dari sisi pemberdayaan masyarakat, menurut Paskah, pada tahun 2009 pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp10 triliun untuk mendukung program PNPM Mandiri diantaranya penyediaan dan perbaikan sarana/prasarana lingkungan pemukiman, sosial dan ekonomi secara padat karya.

Sementara untuk penguatan UKM dilakukan penyediaan dana bergulir bagi kegiatan produktif skala usaha mikro, penyediaan skim jaminan kredit UKM, fasilitas pengembangan pemasaran usaha mikro melalui koperasi dan pembinaan sentra produksi UKM di daerah terisolir dan tertinggal maupun perbatasan. (Ant)

Artikel Terkait :

Pendidikan dan Kemiskinan

Pendidikan dan Pengentasan Kemiskinan

Membongkar Akar Kemiskinan

About ilhamqmoehiddin

[ORGANIZATION]: http://theindonesianwriters.wordpress.com [FACEBOOK]: https://www.facebook.com/ilhamq.moehiddin [TWITTER[: @IlhamQM Lihat semua pos milik ilhamqmoehiddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: