Kejaksaan Periksa Massal Anggota DPRD Kota Kendari

-Buntut Penyimpangan Anggaran Sekretariat DPRD

Kendari, (24/07/2009)

Tanpa terendus sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari rupanya tengah mengusut dugaan penyimpangan anggaran di sekretariat DPRD Kota Kendari. Jumlahnya tidak main-main. Kejari Kendari menyebut angka puluhan milyar rupiah. Kebocoran itu sendiri terjadi dari tahun anggaran 2005 sampai 2009.

Menurut Kejari Kendari, Dedy Siswandi SH., Msi., tindak perugian uang negara yang dilakukan sekretariat DPRD Kota Kendari itu telah mereka selidiki sejak tahun 2004. Lamanya upaya kejaksaan menelisik penyalahgunaan uang negara itu, menurut Dedy Siswandi, dikarenakan validitas data yang dibutuhkan pihaknya. Kejari khususnya memantau, tambah Dedy, alur kas yang menyangkut biaya telepon, listrik dan sewa rumah para anggota dewan yang telah dianggarkan selama periode 2005-2009. Upaya pengungkapan itu berujung temuan Kejari Kendari perihal kekosongan kas sekretariat pada tahun anggaran 2008 yang mencapai dua miliar rupiah lebih.

“Sejumlah item yang sedang kami periksa tidak akan lama lagi ditingkatkan statusnya ke penyidikan. Seingat saya, ada anggaran untuk telepon, listrik dan sewa rumah yang dibebankan dalam APBD khusus untuk unsur pimpinan dewan. Padahal mereka telah menerima tunjangan perumahan dari APBD. Kami menduga telah terjadi penerimaan ganda yang berakibat pada kerugian uang negara. Benarkah mereka menerima atau hanya akal-akalan sekretariat dewan, inilah yang terus kami kejar,” kata Kajari Kendari, Dedy Siswandi.

Tetapi ada pula yang melibatkan mayoritas anggota dewan kota Kendari, yakni mencangkut kekosongan kas dewan senilai Rp2 miliar. Tepatnya, adanya praktek pinjam-meminjam uang negara yang bersumber dari dana sekretariat DPRD Kota Kendari yang terang-terangan melanggar ketentuan.

Dugaan itu telah diperkuat dengan diperiksanya empat saksi kunci, yakni mantan sekretaris dewan (sekwan), Drs. Kidewan; dan mantan bendahara dewan, Nur Maia; Abdul Madjid, sekwan saat ini; serta bendahara dewan saat ini, Jusrin. “Ikut juga akan kami panggil Kepala Bawasda Kota Kendari, Nahwa Umar, yang kami harapkan keterangannya akan mempermulus penyelidikan kasus yang sudah lima tahun kami usut ini,” jelas mantan Kajari Cianjur ini. ***

About ilhamqmoehiddin

[ORGANIZATION]: http://theindonesianwriters.wordpress.com [FACEBOOK]: https://www.facebook.com/ilhamq.moehiddin [TWITTER[: @IlhamQM Lihat semua pos milik ilhamqmoehiddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: