[Kliping Media] Tabloid Investigasi Bulanan SWARA ALAM

Penerbit: Yayasan Cinta Alam Kendari. Alamat Redaksi/Tata Usaha: Jl. Laute III, No. 65 Mandonga, Kendari, Sulawesi Tenggara. Pemimpin Perusahaan: Muchlis L. Usman. Pemimpin Redaksi: Imran Tumora. Wakil Pemimpin Redaksi: Edo Rakhman. Redaktur Pelaksana: Ilham Q. Moehiddin. Tim Kerja: Kiki Andipati, Lia Paymand, Andreas Lilik, Maxima Ngura, Lili, Mahmud Alhabsyi, Sandra, Ida Fitri, Hamka, Kia, Asdar, Iskandar Alam, Amir Mahmud, Isra Minsar, Ramadhan Posumah, Sumardin, Mitsan, Azis Hamid M, Astan Jaya Tamburaka. Tata Letak/Artistik: Aqva Ilo Q/Sang Esa. Pusat Dokumentasi: Silverius Oscar Unggul, Aris Rauf (Swara Alam Data Centre). Keuangan: Astrid. Pemasaran: Ronald Tengkano. Sirkulasi: Nursal Yakub. Percetakan: SMK Grafika Desa Putera Bogor.

Tabloid yang tampak di blog adalah Edisi No. 001/Tahun 001/Juli 2002. Harga: Gratis

Media ini adalah media pertama di Sulawesi Tenggara yang mengusung jurnalisme investigasi secara terang-terangan. Memang, dilihat dari porsi pemberitaannya yang menyuguhkan berita-berita investigatif, media ini menegaskan posisinya di area media massa di Sultra, dengan format yang sama sekali baru. Sejatinya, tabloid ini adalah tabloid alam dan lingkungan, makanya semua berita investigasi-nya adalah hasil penelusuran sekian banyak kasus konservasi yang tergolong besar. Berita utama pada edisi perdananya saja mengulas laporan investigasi kasus Illegal Logging di areal hutan jati Molinese yang disinyalir melibatkan keluarga Bupati Kendari, Razak Porosi. Laporan konfrehensif ini berhasil mengungkap jejak tersebut, dan langsung menuai reaksi pro-kontra dua pekan sejak peluncurannya. Kendati fakta menunjuk dengan jelas keterlibatan bupati tersebut, namun sang bupati tetap menggunakan hak jawabnya dengan menyangkali semua pemberitaan. Walau kesaksian sejumlah orang, termasuk instansi kehutanan terkait, makin memperjelas duduk perkara kasus tersebut.

Media ini terbit berkat dukungan PILI NGO-Movement di Bogor dan sokongan dana The Gibbon Foundation (sebuah yayasan asing yang bergerak dalam upaya penyelamatan satwa langka di Indonesia, yang secara afiliatif menjembatani kepentingan dan dana sejumlah penyayang satwa di Eropa, dan berkantor pusat di Belanda). Tabloid Investigasi Swara Alam dibagikan cuma-cuma, alias gratis, dan sebagai medium kampanye program pro-satwa langka oleh Yascita-Gibbon di Sultra.

Karena penerbitan ini didukung dana subsidi yang relatif besar, maka tidak mengherankan jika tampilannya demikian eksklusif. Menggunakan kertas HVS putih 100 gram, dan di tata letak dengan baik, sekaligus gaya pewartaan yang lugas dan akurat, menjadikan media ini segera mendapat tempat di pasar pembaca di Sultra. Pada kolom sikap redaksi, para pengelola media ini dengan jelas menyebut bahwa sirkulasi edar bulanan tabloid itu, sengaja dipatenkan, agar penggalian fakta dalam metode investigasi dapat dilakukan dengan teliti.

Tabloid Investigasi Bulanan Swara Alam adalah juga media kedua—setelah Radio Berita Swara Alam—dalam jajaran media-media Swara Alam Media Group. Menyusul kemudian televisi lokal, Kendari TV, dan terakhir, koran Harian Sore Kiniwia.

Karena dibagikan cuma-cuma, maka tiras Tabloid Swara Alam dibatasi sejumlah 5.000 eksemplar per bulannya, dan disebarkan di semua wilayah di Sulawesi Tenggara melalui jaringan kerja yang afiliatif dengan Yascita. Terbit tiap bulan, 16 halaman.

Bermotto: Kritis, Lugas dan Akurat. Rubrik-rubriknya, antara lain, Essay Halaman Depan; Swara Redaksi; Opini; Swara Utama; Swara Khusus; Swara Galery; Swara Ragam; Swara Kilas; dan Campaign Posters. []

About ilhamqmoehiddin

[ORGANIZATION]: http://theindonesianwriters.wordpress.com [FACEBOOK]: https://www.facebook.com/ilhamq.moehiddin [TWITTER[: @IlhamQM Lihat semua pos milik ilhamqmoehiddin

Comments are disabled.

%d blogger menyukai ini: