Nara Sumber

Charles Gibson interview Sarah Palin

Seni khusus meminta orang mengatakan kebenaran

MINTALAH BANTUAN.

Bila anda meminta orang mengatakan anda segala sesuatu yang diketahuinya, yakni ‘harta milik’ berharga yang tidak segera diberikan. Tetapi orang suka dimintakan bantuannya. Mintalah mereka memahami apa yang tengah terjadi. Itulah yang anda inginkan, bukankah begitu? Anda agak bingung dan tersesat, dan anda perlu bantuan untuk menyimpulkannya. Dalam membantu nada, bisa jadi mereka hanya mengatakan kepada anda tentang apa yang diketahuinya.

SIAPKAN DIRI ANDA.

Pahami apa yang anda katakana. Pelajari tokohnya-dan istilah topiknya. Pahami apa pertanyaan anda. Pahami apa jawaban yang akan muncul. Jangan tunjukan pengetahuan anda. Tetapi, manfaatkan pengetahuan itu untuk mendapatkan diskusi-dan jawaban.

DENGARKAN.

Diam dan dengarkan. Reporter yang baik adalah pendengar yang baik. Anda tidak boleh berusaha mengatakan kepada seseorang tentang segala sesuatu yang anda ketahui. Anda ingin memperoleh apa yang mereka ketahui. Terkadang pertanyaan yang baik adalah “uh-uh”, “mengapa?”, “bagaimana?”, “apa yang nada maksud?’, “saya tidak mengerti”, dan pertanyaan singkat yang menjaga orang terus berbicara sambil terus mendengarkan.

JADILAH ORANG YANG JUJUR.

Anda ingin narasumber anda berkata jujur kepada anda, bukankah begitu? Jujurlah kepada mereka, apabila anda ingin membangun kepercayaan bersama. Hal ini tidaklah berarti menyajikan makanan di atas piring sebelum pertanyaan pertama terlontar. Tetapi, upayakan bersifat terbuka, bukannya menjadi malu. Bila anda mengerjakan cerita, katakana apa adanya. Ajak orang untuk turut serta didalam keyakinan. Mereka melakukan hal yang sama pada anda.

KATAKAN KEPADA SEMUA ORANG.

Tidak ada ramuan magis untuk menemukan narasumber. Simpulkan semua orang yang bisa jadi mengetahui sesuatu mengenai apa yang anda cari. Katakana kepada mereka semua.teruslah bertanya.Tidak ada ramuan magis untuk menemukan narasumber. Simpulkan semua orang yang bisa jadi mengetahui sesuatu mengenai apa yang anda cari. Katakana kepada mereka semua.teruslah bertanya.bergeraklah kebelakang dan kedepan. Bisa jadi anda menemukan sepotong cerita di sini, dan sepotong cerita di sana. Perolehan cerita berhubungan erat dengan penyusunan puzzle (sejenis permainan yang terdiri dari beberapa potongan gambar atau bentuk)- tanpa mengetahui beberapa banyak potongan yang berada di tempat itu atau seperti apa penampilan gambar finalnya.

PANDANGLAH ORANG (FACE TO FACE).

Anda tidak bisa memandang orang lewat telepon. Bila anda berada di kantor atau ruang tamu seseorang, mereka tidak mau menunda atau membuat janji dengan anda atau meminta anda menghubungi kembali lain waktu-ketika mereka sedang tidak ingin. Yang pasti, beberapa orang mengetahui bagaiman cara mengusir anda dengan halus. Jadi bertahanlah, dan upayakan terus bertanya. Masuki kantor dua menis setelah jam kantor usai, katika sekretaris sudah pergi semua, kecuali sang pimpinan yang masih berada di tempat itu dengan segala jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan-dan tidak ada janji atau deringan telepon lagi yang mengganggunya selama jam itu. Ketuk pintu rumahnya pada malam hari dan akhir pekan. Tunjukkan bahwa anda mengejutkannya. Sering kali orang melihat anda menemukan apa yang anda inginkan.

BERGERAKLAH KE BELAKANG, KE BELAKANG DAN KE BELAKANG LAGI.

Teruslah mengetuk pintu. Bisa jadi anda merasa bodoh, tetapi tetaplah sabar dan tegar. Teruslah meminta bantuan. Cukup sulit untuk mengajukan pertanyaan apabila anda merasa bodoh, tetapi, ingatlah satu aturannya : satu-satunya jalan bahwa anda pasti tidak pernah memperoleh jawaban ialah bahwa anda begitu malu mengajukan pertanyaan. Keyakinan reporter adalah : “tidak ada satupun pertanyaan yang memalukan-kecuali jawaban yang memalukan”.

BERSIKAPLAH NYAMAN. LAKUKAN PERCAKAPAN KECIL.

Jadilah orang yang sopan. Lagipula, anda tidak mengetahui segala sesuatunya, dan anda perlu dibantu, atau lebih baik anda tidak berada di sana. Dan anda harus simpatik, apa bila diinginkan. Cobalah menjadi sahabat-tetapi ingatlah selalu bahwa anda reporter.

MENGINGAT PERTANYAAN YANG JELAS.

Pekerjaan ini tidak sesederhana laksana ucapannya. Anda bisa terlibat dalam percakapan kecil, penyampaian cerita, ruh berita, pendengaran, humor yang baik dan kharisma narasumber. Tetapi, ingatlah apa yang membuat anda sampai ke sana. Identifikasi pertanyaan sebelum anda masuk, dan teruslah bekerja dengannya, dan teruslah bertanya. Bila anda mengacuhkan atau menghindari pertanyaan kunci anda, susun kembali pertanyaan itu, ajukan dengan cara yang berbeda selama waktu yang anda tetapkan hingga anda memiliki jawaban yang bisa dipahami dan dipercaya.

PERTENTANGKAN NARASUMBER ANDA.

Pertentangkan narasumber itu. Jangan terima penjelasan sederhana.akan anda tidak mengerti, katakana berita ini tidak sama dengan apa yang anda ketahui dari orang lain. Tanyakan kepada mereka, “Bagaimana anda bisa menjadi pasti?” Biarkan mereka membuktikan kepada anda lebih banyak detil, nama lain, atau dokumen apapun.

JANGAN PERNAH MEMPERCAYAI SUMBER ANDA.

Setidaknya ingatan anda tidaklah sempurna. Periksa kembali. Jangan hanya mencari kesamaan, tetapi juga perbedaan, sebagai bukti terhadap hal yang berlawanan. Bahkan narasumber terbaik anda sekalipun tidak memiliki ingatan sempurna.

JANGAN BERSOSIALISASI DENGAN REPORTER SEPANJANG WAKTU.

Bersosialisasilah dengan orang-orang yang ceritanya sudah tidak tercetak. Ingat-ingat seluruh rekan yang pernah anda temui. Terkadang orang yang pernah anda temui di kampus sudah menjadi pejabat teras di Departemen Kehakiman. Jangan pernah meremehkan siapapun sebagai narasumber potensial.

BILA ANDA INGIN MELINDUNGI NARASUMBER ANDA.

Jangan katakan kepada siapapun, utamanya kepada semua reporter (tentunya dengan pengecualian diri anda sendiri) yang merupakan tukang gossip terburuk di dunia. Bila anda ingin narasumber yang sensitive berbicara kepada anda, dia memutuskan apakah mempercayai atau tidak. Dan kata-kata anda harus laksana emas. Reputasi yang buruk dengan segera menghambat, bahkan reporter yang ulung sekalipun.

ANDA MEMBUAT ATURAN.

Dan anda mengklarifikasi istilah-istilah tentang apa yang anda bicarakan. Bila istilah-istilah ini merupakan latar belakang, atau bukan untuk tujuan atribusi, pastikan bahwa anda dan narasumber anda memiliki definisi yang sama tentangnya, dan kenali bahwa informasi itu digunakan. Terserah anda untuk menghindari segala kesalah-pahaman. Jelaskan istilah-istilah itu, apa bila perlu, pada permulaannya sehingga anda berdua memahaminya. Jangan lakukan informasi off-the record- yaitu informasi yang tidak berguna dalam bentuk apapun, dan biarkan narasumber anda mengetahuinya. Kebanyakan mereka ingin menceritakan anda tentang sesuatu, dan mereka berbuat demikian, paling tidak, dengan dasar latar belakang yang memperkenankan anda mendekati konfirmasi di lain tempat. Jangan biarkan narasumber anda merubah aturan pada akhir kunjungan anda. Pekerjaan anda adalah menjual cerita kepada masyarakat umum, bukan kepada anak-cucu di suatu hari.

BERIKAN MUSUH TERBERAT ANDA KEJUTAN YANG WAJAR.

Berikan selalu kepada seseorang pertahanan terbaiknya dalam bentuk cerita tercetak. Bahkan bila anda tidak mempercayainya, biarkan pembaca memiliki peluangnya sendiri untuk mempercayai. Bahkan bisa jadi dia menyampaikan kepada anda cerita lengkap di kemudian hari.

JADILAH ORANG YANG TAK RAMAH. INI MERUPAKAN ATURAN TAK TERTULIS.

Ketika segala sesuatu dilakukan–tetapi belum dikatakan–biarkan fakta-fakta masuk ke dalam tempatnya. Kini anda tidak memiliki teman. Anda adalah reporter–katakanlah kebenaran. Tetapi jangan memberikan pertimbangan orang apabila tidak perlu. Anda adalah reporter, bukan dewa. Biarkan data orang berbicara dengan sendirinya.

UCAPKAN SELALU TERIMA KASIH.

Ucapkan terima kasih pada akhir kunjungan. Kembalilah apabila cerita usai dan ucapkan lagi terima kasih. Ucapkan terima kasih kepada narasumber anda bahkan ketika tidak ada satupun informasi yang diperoleh. Terima kasih yang tulus sama jarangnya dan mendukungnya dengan pendengar baik.

TERUSLAH MENCOBA.

Teruslah bekerja. Ini merupakan pemastian detil yang menguak apa-apa yang sebelumnya tidak diperkirakan. Filsafat profesi reporter mengatakan, “saya menemui banyak reporter yang beruntung, tetapi saya tidak pernah mengetahui reporter malas yang beruntung”.

 

About ilhamqmoehiddin

[ORGANIZATION]: http://theindonesianwriters.wordpress.com [FACEBOOK]: https://www.facebook.com/ilhamq.moehiddin [TWITTER[: @IlhamQM [GOODREADS]: ilham_qm Lihat semua pos milik ilhamqmoehiddin

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 103 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: