Seseorang bernama Jackz Michael menulis pada 13 November 2009.
Jackz mengaku sebagai seorang Nasrani, namun sama sekali tidak percaya jika Yesus adalah Tuhan. Jackz tetap pada keyakinannya bahwa Yesus hanyalah nabi/rasul, sama seperti nabi-nabi dan rasul-rasul lainnya. Jackz memposting tulisan ini, sekadar untuk membantah pemahaman keliru kawan-kawannya. Paling tidak ini pendapat dari sisi Jackz Michael.
Posting berikut dimuat sesuai sejatinya. Saya hanya memperbaiki letak “huruf” yang keliru, dan “spasi” yang berlebih atau hilang. Tidak ada makna dan maksud yang berganti karena perbaikan tersebut. Berikut.
Jackz Michael menulis pada 13 November 2009
Untuk semuanya. Walau saya berkeyakinan dan beriman Nasrani tapi buat saya Yesus adalah nabi/rosul Allah. Sudah banyak buku yang saya baca.
Kristen itu ada sekitar 20.000 sekte/golongan? (Michael Keene, Agama-agama Dunia). Yang mana dalam setiap golongan itu terdapat banyak sekali perbedaan-perbedaannya & pertentangan-pertentangannya yang sering membuat mereka bertikai bahkan saling menyerang?
Sekte terbesar (dalam segi jumlah pemeluk) dalam Kristen adalah : Katolik Roma, Protestan, dan Ortodoks, yang masing-masingnya juga masih dibagi lagi dalam banyak sekte. Misalnya dalam Protestan pemeluk terbesarnya adalah sekte gereja Anglikan. Perbedaan-perbedaan yang ada antara kami juga sangat banyak, dari yang menyangkut tata cara ibadah sehari-hari sampai masalah konsep yang fundamental seperti masalah ketuhanan & kitab suci.
Misalnya dalam penentuan tanggal hari Natalpun kami juga berbeda, misalnya gereja Ortodoks Rusia merayakan natal pada tanggal 6 Januari, ada juga sekte yang berhari natal tanggal 1 Januari. Sementara aliran Katolik Roma & Protestan yang ada di Indonesia umumnya Natalan tanggal 25 Desember. Contoh lain yang juga mudah dilihat misalnya jumlah kitab dalam Bible Katolik (Duoy version) berbeda dengan Bible Protestan (banyak memakai King James version).
Katolik menganggap kitab Tobit s/d Makabe adalah termasuk firman Tuhan dan karenanya disertakan dalam Alkitab. Sedangkan Protestan tidak menggunakan kitab-kitab itu karena dianggap bukan firman Tuhan, dan karenanya kitab-kitab tersebut dikeluarkan dari Alkitab sewaktu revolusi Protestan dulu, dan hingga sekarang tidak dipakai lagi (saya tahu pasti hal ini karena saya juga punya beberapa versi Alkitab dalam bahasa Indonesia & Inggris).
Tahukah bahwa ada sekte-sekte Kristen yang tidak menganggap Yesus sebagai Tuhan? Beberapa yang kami tahu ada sekte kristen Saksi Yehovah (The King of Pop, Michael Jackson menganut ini) yang sangat terkenal di Amerika, ada sekte Kristen Unitarian yang banyak di Timur Tengah & Eropa, dan bahkan di Indonesia ada Kristen Tauhid & Kristen Ibrahimik yang kami semua tidak menganggap Yesus sebagai Tuhan!
Bahkan dalam sekte Kristen yang menuhankan Yesus seperti Katolik Roma & banyak sekte Protestan, sebenarnya juga banyak pemeluknya yang sesungguhnya tidak benar-benar percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Hal ini terutama terlihat di negara-negara barat yang orang-orangnya lebih terbuka dalam mengemukakan pendapatnya. Ada banyak angket-angket tertutup yang membuktikan hal itu.
Kebanyakan dari kami umumnya memendam saja pertanyaan itu di hati karena takut dibilang kafir atau murtad kalau bertanya ke pendeta/pastur. Beberapa dari kami yang bertanya juga hanya dapat jawaban bahwa mereka cuma harus percaya karena iman, sebab dengan imanlah kami akan diselamatkan (inilah yang saya bilang beragama dengan doktrin, hanya harus percaya saja, tidak boleh berpikir, berpendapat, apalagi membantah!).
Banyak sekali buku-buku dari para ahli teologi yang mengulas tentang bagaimana kekristenan itu sebenarnya, termasuk menyatakan bahwa Yesus memang bukan Tuhan. Hal inilah yang kemudian memunculkan istilah “Yesus sejarah” dan “Yesus dalam iman” untuk dapat mengakomodir dua pendapat kami yang berlawanan itu. Di satu sisi, para ahli teologi, ahli sejarah kristen, dan kami yang mempelajari kekristenan, menyatakan kalau Yesus bukanlah Tuhan, dan kami berupaya menjelaskan sejarah kekristenan yang sebenarnya yang tidak pernah diberikan pada kami di gereja.
Mereka selain mempelajari Alkitab secara obyektif, mempelajari sejarah kristen, dan bagi tingkat-tingkat tertentu, mendapat akses membaca salinan naskah tertua kitab-kitab dalam Bible Kristen (yang tertua berasal dari abad ke 4, abad dimana berlangsung konsili Nicea yang penuh kontroversi itu).
Sedangkan di sisi lain, para pendeta, pastur, dan misionaris gereja mengajarkan kami di gereja bahwa Yesus itu adalah Tuhan, Yesus adalah putra Tuhan…, bahwa yang menulis Bible adalah para murid Yesus yang 12 itu…, bahwa tidak ada kitab-kitab lain selain yang tercantum dalam Bible…, bahwa kitab-kitab itu hanya ada satu versi yang sudah final dan tidak berubah sejak abad pertama…, bahwa tidak pernah ada pemaksaan keji oleh kerajaan & gereja terhadap orang untuk menganut agama kasih ini seperti yang terjadi saat peristiwa Inkuisisi di Eropa…, bahwa tidak pernah ada pembakaran hidup-hidup sekian banyak wanita dengan tuduhan tukang sihir oleh gereja tanpa diadili…, bahwa tidak pernah terjadi pembantaian besar-besaran terhadap orang Islam & Yahudi di Yerussalem saat perang salib pertama yang penyerangannya dicetuskan oleh seorang Paus…, dan lain-lain, dan lain-lain… yang semua itu disebutkan berbeda dalam buku-buku resmi sejarah kristen yang juga dijual di toko-toko buku.
Jadi dalam ajaran kami, Kristen, istilah Yesus sejarah & Yesus dalam iman itu adalah untuk menunjukkan kalau sisi sejarah Yesus & kekristenan memang diakui seperti itu, tapi hanya dalam sejarah. Sedangkan dalam iman kami, artinya yang harus diimani, adalah Yesus dalam iman, yaitu segala sesuatu tentang Yesus & kekristenan yang sesuai ajaran gereja yang ironisnya bertentangan dengan Yesus sejarah. Walaupun kedengarannya sangat aneh, tapi hal ini adalah benar terjadi, dan banyak diulas di buku-buku Kristen. Anda bisa buktikan sendiri.
Sebagai sebuah contoh, kalau besok anda berkunjung ke toko buku Gramedia yang cukup besar dideretan buku laris mungkin akan anda temui buku best seller dari Bart D. Ehrman (kepala fakultas kajian agama di University of Carolina di Chapel Hill – Amerika Serikat) yang berjudul Misquoting Jesus, kesalahan penyalinan dalam kitab suci Perjanjian Baru, kisah siapa yang mengubah Alkitab dan apa alasannya (judul buku aslinya : Misquoting Jesus, The Story Behind Who Changed the Bible and Why). Saya juga melengkapi “perpustakaan” saya dengan buku itu.
Buku itu dibuka dengan kisah menyentuh dari si penulis dalam pertarungan batinnya saat melanjutkan kuliah kependetaannya ke jenjang yang lebih tinggi dengan memasuki sebuah sekolah Evangelist terkenal di Amerika yaitu Wheaton College di Chicago yang adalah juga almamater dari Billy Graham, seorang penginjil terkenal dari Amerika. Konflik batin yang besar telah mengguncangnya saat menemui kenyataan yang sangat berbeda dengan apa yang selama ini ia terima di gereja & sekolah pendeta tentang kekristenan, dimana ia di sana mendapat akses untuk melihat naskah-naskah tertua (yang sebenarnya hanyalah salinan, sedang yang tulisan asli sudah tidak ada) yang sangat jauh berbeda dengan yang ia baca di Bible yang beredar sekarang ini, termasuk dalam topik ketuhanan Yesus. Di buku itu ia mengungkapkan semua yang ia ketahui yang kini telah mengubah semua persepsinya tentang kekristenan, khususnya berdasarkan sejarah penulisan kitab sucinya. Coba saja anda cari, sekitar 2 minggu yang lalu saya masih melihatnya di toko buku.
Jadi pada kami, umat Kristen ada banyak golongan yg mempunyai pandangan berbeda-beda tentang kekristenan, termasuk tentang ketuhanan Yesus. Saat Dan Brown diwawancarai & ditanya, sebagai orang kristen, kenapa anda menulis buku seperti itu yang banyak dikecam orang kristen lain? Ia menjawab bahwa ketika anda bertanya pada 3 orang kristen tentang apa arti kekristenan, maka anda akan mendapatkan 3 jawaban yang berbeda.
Sepertinya yang ia maksudkan adalah: sah-sah saja kalau ia punya pandangan demikian walaupun berbeda dari pandangan sekte-sekte besar, karena mungkin dalam sekte kristen yang ia anut (banyak yang mengira ia adalah seorang penganut sekte kristen Gnostik yang oleh sekte-sekte besar seperti Katolik Roma dianggap menyimpang) hal yang ia kemukakan dalam bukunya itu adalah bukan hal yang salah. Apalagi Brown menyatakan kalau sebelum menulis buku itu ia telah mengadakan serangkaian riset yang panjang dengan tim-nya & mengadakan perburuan data ke sumber-sumber yang otoritatif sehubungan dengan topik dalam bukunya itu.
Saya sepenuhnya bisa memahami Brown, sebab kami mengikuti ajaran yesus. Tidak merayakan natal, mayat dibungkus kain bersih.Yesus bukan tuhan, dll. []
Desember 15th, 2010 at 2:40 PM
Maha suci Engkau ya Alloh yg membuka hati&pikiran mahluknya sehingga dia mengatakan yg benar itu benar&yg salah itu salah.manusia yg berahlak nabi tidak takut pd manusia tp lbh taat pd Tuhannya.
Juni 9th, 2012 at 3:26 PM
awalnya aku buka blog ini, aku terkagum dengan jiwa perjuangan nasionalis seorang ILO yang mengenal baik seorang pejuang Paraguay Marcy, namun…. saat membaca tulisan beliau tentang menilai/mempelajari kristen dari satu sudut saja, saya rasa sang penulis masih berjiwa individualis, bukanlah nasionalis.
Isa/Jesus tidak menerima firman dari Sang Khalik, namun, pengikutnya dalam ideologinya yang dikaji dari fakta perbuatan beliau (Isa/Jesus) dan tautan firman Perjanjian Lama dimana tanda-tanda/penglihatan/ramalan yang tergenapi dalam urutan dan nubuatan Isa/Jesus. Karena itu Umat Kristen mengatakan Jesus (pribadi dan nubuatannya) adalah firman Allah (Firman Allah yang hidup). Semua perilaku, ajaran, dan pola pikirnya, bahkan mukzizat yang dibuatnya mencerminkan suatu sifat ke-Ilahian.
God (Ingris), adalah suatu kata yang setara dengan Allah (arab kemudian diadopt menjadi bahasa indonesia).
Namun Lord (inggris) adalah kata untuk tuan, dan dipermuliakan lagi menjadi Tuhan.
Nah, beberapa tahun lampau, kata Tuhan diterjemahkan pula menjadi God (kurang tepat).
Benar dalam masa hidupnya yang dituangkan saksi hidupnya (murid-muridnya) dalam Injil di Perjanjian Baru tidak ada secara langsung mengatakan Jesus adalah God/Allah, namun Tuhan (gelar agung teragung pada tuan). Dan memang tidak disangkal banyak penyalahan persepsi akan pengertian ideologinya dari kata God, Father, Allah, Illah, Tuhan, Lord.
Dalam masyarakat kita, Illah/Illahi dimengerti untuk Allah, God, Tuhan, namun esensinya berbeda untuk masyarakat kristen mula-mula.
Dalam kalimat sahadat ditranslatekan tiada tuhan selain Allah, translate yang benar untuk persepsi muslim yang menyetarakan gender Tuhan-Ilahi-Allah, namun berbeda dengan persepsi kristen mula.
Isa/Jesus dikatakan Tuhan adalah untuk Tuan yang dipermuliakan dan pengikutnya men-genderkan sebagai hamba sang Tuan yang dipermuliakan.
Ajaran-ajaran Isa/Jesus, sifat dan perilaku Isa/Jesus, ditambah dengan penglihatan, ramalan dari kitab perjanjian lama tentang Juru Selamat, Anak Manusia-Anak Allah yang tergenapi dalam kehidupan Isa/Jesus, ditambah lagi nubuat/mukzizatnya yang merupakan pencitraan akan kasih Allah, dan yang paling utama tugas, tanggung jawab, dan hak yang digenggam Isa/Jesus sebagai juruselamat (sumber keselamatan atau pemilik kunci pintu surga), menjadikan Isa/Jesus sebagai Tuan yang dipermuliakan dimana Isa/Jesus adalah citra Allah bagi kaum pengikutnya. Pencitraan inilah yang dipahami dalam Tritunggal.
Tritunggal sendiri bukanlah ajaran Isa/Jesus atau bahkan firman perjanjian lama, namun, untuk mensolidkan pengertian akan Isa/Jesus sebagai citra Allah dalam kepenuhan kasihnya (pengorbanan kayu salib) dan sebagai Juruselamat. Disinilah umat kristen memiliki idiologi yang ditentang banyak pihak yang salah mengerti akan pengertian Tritunggal seolah sosok God, Allah ada tiga bentuk dalam God (Allah), Lord (Tuhan) dan Holy Spirit (Rohul Kudus).
Sah-sah saja bila ada yang mengatakan Isa/Jesus bukan Tuhan, bila pengertian Tuhan dalam hal ini Illah/Allah/God.
Dan sah-sah saja bila ada yang mengatakan Isa/Jesus adalah Tuhan yang berkiblat pada Tritunggal.
Baiklah, saya rasa itu dah cukup untuk menjelaskan apa itu Tuhan dalam ideologi Alkitab. Nah…. yang saya sedihkan disini adalah sang penulis, ILO cenderung menjustifikasi akan keabsahan Alkitab dari sudut pandang Alquran.
Di tahun 600 masehi bangsa arab yang sebelumnya hanya memiliki kepercayaan akan dewa belum beragama/monotheisme (agama pertama di arab dibawa oleh Muhammad) bisa mempermasalahkan Perjanjian Lama dan Injil, sedangkan ajaran Monotheisme Islam banyak menyadur dari Perjanjian Lama (ajaran Musa dan Abraham/Ibrahim – keduanya dari suku Israel), bahkan menyadur dari Injil akan kehidupan Isa/Jesus putra Maryam.
Satu hal yang pernah tersangkut kepicikan diotak saya waktu remaja yang sudah saya singkirkan dan tidak saya tanggapi adalah, bila…,
“bila saya memiliki suatu karya cipta taruhlah temuan pesawat yang sudah dinikmati dan membantu meringankan pekerjaan orang lain, lalu, ada suatu bangsa lain jauh disana mencoba menyempurnakan karya cipta saya tersebut dengan mengolah formula/rumus fisika dan matematikanya, lalu menjustifikasi kalau karya saya itu tidak original dan karya cipta bangsa tersebutlah yang original dan hakiki, alangkah sedihnya saya……..”
Namun Kristen bukanlah Agama, Kristen adalah pengikut Isa/Jesus yang mengutamakan hukum kasih diatas segala hukum.
Kasih, ya kasih……
Love you ILO….
May God guide you to find the truth….
Mei 15th, 2013 at 9:29 PM
Untuk sekedar diketahui:
Kristus mendeklarasikan diri-Nya sebagai Yang Maha Kuasa.
wahyu
1:8 “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”
1:9 Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.
1:10 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
1:11 katanya: “Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia.”
1:12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.
1:13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
1:14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.
1:15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.
1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.
1:19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini