[Kliping Media] Buletin Lingkungan Hidup KABAR DARI PULA

Penerbit: Yayasan Cahaya Taruna. Alamat Redaksi: Jl. MH. Thamrin, No. 16A Baubau, Sulawesi Tenggara. Alamat Kantor Yayasan: Jl. H. Agus Salim, No. 16.O, Lrg. Bahagia, Baubau, Sulawesi Tenggara. Penasehat: Drs. H. Ibrahim Marsela, MM., Drs. H. Laode Hasirun, Ir. Harianto, MSc., Drs. Abd. Hakim MS. Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab: Andi Yunus Nontji. Sidang Redaksi: Laode Darmin, SH. MSi., Drs. Abidin Baso AP, M. Umar S. BA., Drs. M. Yassa B. Anggota Kehormatan Sidang Redaksi: Alimaturahim, Abu Hanifah Pahege, SH., Laode Lisanuddin SE., Ir. Muhlis, Zainal Ryha Madi SE. Liputan: Dewi Puspoyudho, M Ayub Mukmin, LM Kasim Rafiuddin, Sukmanto Jaya ST., Samdia Jalil, Laode Malihi SE., Slamet Supu. Sirkulasi: Muljafrid Hamzah. Keuangan/Bendahara: Waode Nurfatmawaty. Sekretaris Redaksi: Hilda Daeng Matanga. Layout: Nasaruddin H. Kaimuddin.

Buletin yang tampak di blog adalah Edisi No. 08/II-Agustus 2001 dan Edisi No.10/I-Oktober 2001. Harga: Gratis

Buletin ini terbit dibawah lindungan Bapedalda Kabupaten Buton. Pendanaan sepenuhnya didukung oleh donator yang tidak tetap. Justru inilah masalah yang kemudian membuat media ini “hidup segan mati tak mau”. Masalah itu pun tidak berdiri sendiri. Kendati dalam boks redaksi sejumlah nama besar dari beberapa kalangan, seperti aktivis hukum, aktivis lingkungan hidup, akademisi dan praktisi pemerintahan, tidak bisa menutup celah bahwa media ini tidak dikelola secara professional. Kesan ini timbul dari perwajahan yang tidak konsisten, penempatan objek desain dan tujuan desainnya pun terlihat amburadul, tidak simetris. Antara naskah dan foto cukup seimbang, tetapi gaya penulisan dan tata letaknya dalam kolom halaman yang sangat kaku, membuat media ini “tidak enak dilihat”, apalagi dibaca. Keterbatasan halaman dan banyaknya naskah dalam bentuk data yang dijejalkan dalam halaman ukuran tabloid makin memusingkan mata. Intinya, media ini benar-benar tidak layak edar.

Hidup dari subsidi perusahaan-perusahaan yang berpotensi merusak lingkungan, semacam PT Mira Cipta Sombu, Distributor Utama Semen Bosowa Wilayah Buton, seperti menciptakan kesan media ini hidup karena “menekan”. Tapi di luar semua itu, media yang hadir dengan semangat spartan dan ikut mempopulerkan berita lingkungan, patut diberi apreasiasi.

Awalnya dibagikan cuma-cuma, namun setelah tiga bulan—setelah donaturnya mundur—media ini “memohon” keiklasan pembacanya agar menyisihkan dana berlangganan untuk mereka. Tirasnya 2.000 eksemplar. Terbit tiap pekan, 4 halaman.

Bermotto: Swadaya Merintis Lingkungan Lestari. Tidak ada rubrikasi khusus, hanya berupa sekilas informasi lingkungan; dan sejumlah data serta tabel lingkungan. []

Tentang ilhamqmoehiddin

[ORGANIZATION]: http://theindonesianwriters.wordpress.com [FACEBOOK]: https://www.facebook.com/ilhamq.moehiddin [TWITTER[: @IlhamQM [GOODREADS]: ilham_qm Lihat semua tulisan milik ilhamqmoehiddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 100 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: